
Lombok Tengah (POSTLOMBOK.COM) – Beredar video dan pemberitaan yang mem-freaming Bupati Lombok Tengah, HL.Pathul Bahri S.Ip yang mengatakan keracunan itu wajar.
Yang belakangan virall di media sosisal, screen shot laman Lambe Turah yang secara lugas dan tanpa praduga menyebutkan hal itu sebagai judul.
Bagaimana fakta sesungguhnya? Ternyata, belakangan diketahui kalau saat wawancara dimana Bupati Lombok Tengah menyampaikan hal itu, Lambe Turah tidak ada di lokasi.
Bupati Lombok Tengah menuturkan, usai mengikuti sebuah acara di Mataram NTB, sejumlah wartawan mendekatinya untuk wawancara secara doorstop. Dirinya kemudian ditanya soal kejadian keracunan yang diduga disebakan oleh makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Saat itu Bupati menjelaskan, kalau dalam program MBG ini, ada 60 juta orang penerima mamfaat setiap hari di seluruh Indonesia dari 22.275 Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi. Dan hal itu sekaligus telah membuka 1.000.000 lapangan pekerjaan di 38 Provinsi yang ada di seluruh Indonesia.
“Nah kalau hari ini ada kejadian keracunan, misalnya lima orang, sepuluh orang atau anggaplah lima belas, dibandingkan dengan penerima mamfaat yang sebanyak 60 juta orang, maka kan perbandinganya jauh”.
“Saya bilang begitu kemarin,” tutur bupati mengulas kembali wawancaranya pada video yang kini diduga difreaming negatif tersebut.
Dengan penjelasan pada penekanan interval atau perbandingan angka yang jauh itu, bupati ketika itu kemudian meminta agar hal tersebut tidak diperluas oleh wartawan atau media.
“Hanya saja saat saya bilang rekan-rekan wartawan jangan diperluas, itu ternyata dipotong (kemudian) diambil untuk kepengtingan mereka, Lambe Turah itu,” tandas Bupati.
Bupati kembali tegaskan, yang ia maksud adalah angka interval yang sangat jauh itu, jangan sampai menjadi pemicu yang akan membuat keributan yang nantinya akan berdampak ke hal-hal yang kontra produktif.
Pendekatan komunikasi yang Bupati pilihan saat wawancara itu sangat jelas, sehingga tidak perlu dilakukan bimbingan dan penjelasan lebih detail.
“Apa yang saya sampaikan saat wawancara itu by data, hanya saja saat wawancara itu, Lambe Turah tidak ada di sana,” pungkas Ketua DPD Gerindra NTB ini.
POSTLOMBOK.COM sepakat dengan berita baik