
Lombok Tengah (POSTLOMBOK.COM) – Pemuda Pancasila Lombok Tengah (Loteng), nyataka berada dibarisan terdepan menbela dua warga yang dilaporkan oleh oknum SPPI ke polisi karena diduga unggah terkait menu MBG berbelatung di Media Sosial.
Ketua Pemuda Pancasila Loteng, Lalu Welli Viddi Hamid, S.,Kep., Ns kepada postlombok, Rabu 1 April 2026 menyampaikan, bahwa tindakan Oknum SPPI yang melaporkan dua warga salah satu contoh pola sarjana penggerak anti ktitik, dan model kepemimpinannya bukan membangun tapi pola diktator.
“Dangkal sekali isi pikirannya, yang namanya kritik salahpun kita harus luruskan apalagi kritikannya benar dan fakta eh malah di laporkan,” ujar Bang Well sapaan akrabnya.
Mungkin lanjut Bang Well, SPPI itu belum tahu tanggungjawab dan tugas utama sebagai SPP. Selain itu dengan cara melaporkan warga ke polisi, bukannya akan membuat lubang sandungan buat dirinya sendiri.
“Banyak pasal berlapis yang akan menantinya kalo ini berkembang mulai dari UU ITE, UU perlindungan konsumen, UU pangan, kelalaian terhadap tugas dan tanngung jawab dll. Mikir sebelum melangkah, gak kuat dikritik mundur,” pungkasnya pria yang juga ketua Forka Loteng ini.
POSTLOMBOK.COM sepakat dengan berita baik