
Lombok Tengah (POSTLOMBOK.COM) – Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima oleh siswa di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Semoyang, Kecamatan Praya Timur, pada Rabu 21 Januari 2026, ada ulatnya dan sudah basi.
Selain sudah basi dengan bau busuk, bahan makanan yang dijadikan MBG juga ada yang masih mentah alias belum matang.
Pada buah naga yang disajikan, penuh dengan ulat membuat para siswa yang menerima menjadi ketakutan dan mual serta tidak mau memakanya.
Selain itu, sayur pada makanan pokoknya juga masih mentah sehingga tidak layak untuk dimakan. Para siswa menjadi jijik dan nafsu makan merekapun hilang. Ditambah telur rebus juga bau busuk.
“Kejadian sama juga dialami oleh sejumlah sekolah negeri, cuma mereka takut bicara terbuka,” ungkap salah seorang guru inisial R yang menyampaikan ke redaksi.
Dia berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi atas kejadian tersebut agar tidak terulang lagi. Atau agar memberikan efek jera, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyalur MBG diberikan sangsi sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu, pihak SPPG dikonfirmasi terkait hal tersebut via WA, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.
POSTLOMBOK.COM sepakat dengan berita baik