Home / Kasus / Indikasi Dugaan Penyimpangan, Motivasi Aktivis Awasi Ketat Proyek Revitaliasi di SMPN 1 Praya Barat

Indikasi Dugaan Penyimpangan, Motivasi Aktivis Awasi Ketat Proyek Revitaliasi di SMPN 1 Praya Barat

Ilustrasi

Lombok Tengah (POSTLOMBOK.COM) – Karena adanya indikasi dugaan penyimpangan, jadi motivasi aktivis awasi ketat proyek revitalisasi di SMPN 1 Praya Barat Lombok Tengah (Loteng) NTB.

“Hal itu juga berangkat dari kepedulian terhadap transparansi penggunaan anggaran negara, khususnya di sektor pendidikan,” kata Saddam Husen, Selasa 7 April 2026 kepada wartawan.

Proyek dengan nilai fantastis—yang diduga mencapai lebih dari Rp.5 miliar—tentu bukan angka kecil, sehingga publik berhak mengetahui secara jelas perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil akhirnya.

“Selain itu, kami ingin memastikan bahwa proyek ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi siswa dan tenaga pendidik, bukan sekadar proyek formalitas yang rawan penyimpangan,” imbuhnya.

Adapun bentuk pembangunan yang diduga termasuk dalam proyek revitalisasi tersebut antara lain:

1. Rehabilitasi atau pembangunan ruang kelas baru.

2. Perbaikan fasilitas penunjang seperti laboratorium, perpustakaan, dan ruang guru.

3. Pembenahan sarana sanitasi dan lingkungan sekolah.

4. Pengadaan fasilitas pendukung belajar dan lainnya.

Namun, karena informasi resmi belum sepenuhnya terbuka, hal ini justru memperkuat alasan pentingnya pengawasan publik.

Seberapa Penting Proyek Revitalisasi bagi Dunia Pendidikan

Proyek revitalisasi sekolah memiliki peran yang sangat krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Lingkungan belajar yang layak dan fasilitas yang memadai akan berdampak langsung pada kenyamanan siswa dan efektivitas proses belajar mengajar.

“Revitalisasi bukan hanya soal bangunan fisik, tapi juga bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sehat, peningkatan semangat belajar siswa, kinerja guru yang lebih optimal dan kualitas output pendidikan yang lebih baik,” jelas Saddam Husen.

Dengan kata lain, proyek ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang lebih unggul.

Dampak Jika Proyek Dijalankan Secara Asal-asalan

Jika proyek revitalisasi ini dikerjakan tanpa perencanaan matang dan pengawasan yang ketat, maka dampaknya bisa sangat serius.

Saddam mencontohkan, seperti kualitas bangunan buruk yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru, pemborosan anggaran negara, uang rakyat terbuang sia-sia tanpa hasil maksimal.

“Itu juga bisa membuat menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah dan institusi pendidikan dan tidak tercapainya tujuan pendidikan karena fasilitas tidak mendukung proses belajar,” jelas Saddam.

“Lebih jauh, proyek yang dikerjakan asal-asalan bisa menjadi pintu masuk praktik korupsi, mark-up anggaran, hingga permainan proyek oleh oknum tertentu,” pungkas Saddam.

Kepala Sekolah (Kasek) SMPN 1 Praya Barat, Lalu Waris dikonfirmasi via WA-nya terkait hal tersebut mengatakan akan segera memberikan tanggapanya.

“Nggeh pak sebentar tyang respon, masih dalam perjalanan niki geh,” katanya singkat, sekitar sejam sebelum berita ini dimuat.

 

 

About Redaksi

Check Also

Pemprov NTB dan IOA Gelar Malam Amal, Penguatan Kapasitas Guru Tak Bisa Ditunda

Mataram, (POSTLOMBOK.COM) Senin , 6 April 2026 – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Indonesian …

AMBB Soroti Dugaan Pelanggaran Aturan Oleh Developer Perumahan Kubah Hijau Bagu

Lombok Tengah, (POSTLOMBOK.COM) – Aliansi Mahasiswa Bagu Bergerak (AMBB) menyoroti sejumlah indikasi pelanggaran aturan dan …

Tahun 2026 Ini, Bank NTB Syariah Kembali Perkuat Dukungan Untuk Perumahan Rakyat

Mataram, (POSTLOMBOK.COM) – PT Bank NTB Syariah kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *