
Lombok Barat (POSTLOMBOK.COM) , Senin 6 April 2026 – Memasuki tahun ke-16 sejak berdiri, A-PAD Indonesia kembali melanjutkan upaya penguatan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana, khususnya di sektor pariwisata di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama satu dekade terakhir, upaya ini dilakukan melalui kolaborasi multisektoral yang melibatkan pemerintah, masyarakat, hingga sektor swasta.
Pendekatan yang dilakukan A-PAD Indonesia menitikberatkan pada praktik berkelanjutan, koordinasi lintas sektor, serta membangun kepercayaan. Kesiapsiagaan bencana tidak hanya dilakukan di tingkat kebijakan, tetapi juga hingga ke desa-desa wisata melalui pelibatan masyarakat secara langsung.
Pada tahun 2026, program ini kembali dilanjutkan melalui kegiatan Diseminasi Program Penguatan Ketangguhan Sektor Pariwisata dan Masyarakat di Kawasan Destinasi Wisata di NTB. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, pada 6 April 2026.
Penguatan desa wisata tangguh bencana diawali dengan arahan dari Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Sadimin. Selanjutnya, arah kebijakan pariwisata tangguh bencana dipaparkan oleh Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata NTB, Chandra Aprinova.
Sementara itu, Project Director A-PAD Indonesia, Anton R. Purnama, memaparkan capaian program selama tiga tahun terakhir dalam membangun desa wisata tangguh bencana. Kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi lintas sektor yang dipandu oleh Country Director A-PAD Indonesia, Faisal Djalal.
Project Officer NTB A-PAD Indonesia, Dinda Ayu, menyampaikan bahwa meskipun kolaborasi telah berjalan selama tiga tahun, masih diperlukan strategi yang lebih efektif untuk mengintegrasikan program dengan visi pembangunan daerah.
“Tantangan ini harus bisa ditangani segera sebab ketangguhan pariwisata terhadap bencana ini penting untuk mendorong tujuan daerah, yaitu NTB Makmur Mendunia,” ujar Dinda.
Sebagai wilayah kepulauan dengan pertumbuhan sektor pariwisata yang pesat, Bali, NTB, dan NTT memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Peristiwa Siklon Tropis Seroja 2021 menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan, terutama di kawasan wisata.
Selain itu, sejumlah daerah seperti Manggarai Barat di NTT kerap dilanda bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan gempa bumi akibat kondisi geografis berbukit dan curah hujan tinggi. Sementara itu, wilayah Lombok Barat di NTB dan Karangasem di Bali berada di kawasan cincin api yang rawan aktivitas vulkanik, gempa bumi, dan tsunami.
Inisiatif A-PAD Indonesia ini merupakan bagian dari program jangka panjang yang telah dimulai sejak 2016, dengan fokus awal pada penguatan forum pengurangan risiko bencana di tingkat provinsi di Bali dan NTB. Pada tahap awal, program lebih menitikberatkan pada penguatan kelembagaan dan koordinasi antar pemangku kepentingan.
Seiring perkembangan, sektor pariwisata mulai dilibatkan secara aktif mengingat peran strategisnya dalam perekonomian daerah. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta diharapkan mampu menciptakan sistem pariwisata yang tangguh terhadap bencana sekaligus berkelanjutan.
POSTLOMBOK.COM sepakat dengan berita baik