Home / Kejadian / Komisi III DPRD KLU Turun Tangan Redam Kisruh Tabungan Siswa SDN 1 Sigar Penjalin, Desak Penyelesaian Elegan Tanpa Korbankan Mental Anak

Komisi III DPRD KLU Turun Tangan Redam Kisruh Tabungan Siswa SDN 1 Sigar Penjalin, Desak Penyelesaian Elegan Tanpa Korbankan Mental Anak

Foto : Anggota Komisi III DPRD Lombok Utara Memanggil Dinas dan Pihak terkait

Lombok Utara,PostLombok.Com – Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Utara akhirnya mengambil sikap tegas menyikapi polemik tabungan siswa SDN 1 Sigar Penjalin yang berlarut-larut. Alih-alih membiarkan persoalan terus bergulir di ruang publik, Komisi III memilih mempertemukan seluruh pihak untuk mencari jalan keluar yang dinilai lebih bermartabat, tanpa mengorbankan psikologis siswa maupun proses belajar mengajar. 

Sekretaris Komisi III DPRD Lombok Utara, Sabri SE,Senin 20/07/2026, mengungkapkan bahwa inisiatif menggelar pertemuan tersebut datang langsung dari dirinya karena melihat persoalan itu sudah berkembang menjadi fenomena yang memprihatinkan.

Menurutnya, konflik yang terus dipertontonkan di lingkungan sekolah justru berdampak buruk terhadap anak-anak yang seharusnya mendapatkan ruang belajar yang aman dan nyaman.

“Jujur saya yang menginisiasi pertemuan ini. Saya minta sekretariat segera membuat surat undangan agar persoalan yang sangat luar biasa ini bisa segera diselesaikan. Seharusnya persoalan seperti ini lebih elegan diselesaikan, bukan dipertontonkan di depan anak didik,” tegas Sabri.

Ia menilai, polemik yang terus berlangsung telah mengganggu aktivitas belajar mengajar sekaligus memberikan tekanan psikologis kepada siswa.

Sabri juga mengingatkan agar ke depan setiap persoalan yang muncul di sekolah tidak lagi diselesaikan dengan cara yang dapat memicu kegaduhan di hadapan peserta didik.”Kasihan anak-anak kita. Mental mereka bisa terganggu. Guru-guru juga menjadi tidak nyaman menjalankan tugasnya. Kita semua bisa berdiri di posisi sekarang karena jasa guru, maka mereka harus dihormati dan dilindungi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Lombok Utara, M. Najib, mengapresiasi langkah Komisi III DPRD yang dinilai menunjukkan kepedulian terhadap persoalan dunia pendidikan.

Menurut Najib, dalam rapat tersebut pihaknya telah memaparkan secara terbuka kronologi penggunaan tabungan siswa oleh Kepala SDN 1 Sigar Penjalin berdasarkan hasil pemeriksaan internal.”Seluruh kronologis sudah kami jelaskan di hadapan anggota DPRD, guru-guru SDN 1 Sigar Penjalin, bahkan Kepala Sekolah juga hadir.

Apa yang kami sampaikan tidak dibantah oleh para guru karena memang sesuai dengan hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP),” jelasnya.Najib mengatakan fokus pembahasan kini bukan lagi mencari siapa yang salah, melainkan memastikan hak para wali murid dan siswa dapat dikembalikan tanpa harus memperpanjang konflik hingga ke ranah hukum.

Ia mengungkapkan bahwa solusi sebenarnya telah mulai dibangun sebelum rapat berlangsung. Kepala sekolah dipanggil secara resmi untuk bertemu dengan para wali murid dan diminta menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan persoalan tersebut.”Hari ini Ibu Kepala Sekolah sudah membawa surat-surat tanah yang dijadikan jaminan untuk pengembalian uang tabungan siswa. Beliau juga berkomitmen paling lambat tanggal 20 Agustus seluruh kewajibannya akan diselesaikan,” terang Najib.

Menurutnya, aset tersebut telah mulai diproses untuk dijual sehingga diharapkan mampu memenuhi kewajiban pengembalian dana kepada para wali murid.Najib berharap kesepakatan yang telah dicapai menjadi akhir dari polemik panjang yang sempat menyita perhatian masyarakat Lombok Utara.

“Harapan kami, setelah pertemuan ini tidak ada lagi pembahasan yang memperkeruh suasana. Pertemuan berikutnya cukup untuk memastikan penyelesaiannya benar-benar tuntas,” pungkasnya.(Niss) 

 

 

 

 

 

About Redaksi

Check Also

Sekda Resmi Buka Pekan Pemajuan Kebudayaan, Pemda Ajak Masyarakat Jadikan Budaya Fondasi Masa Depan Lombok Utara

    Lombok utara,PostLombok.Com– Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menegaskan komitmennya menjadikan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan …

Lombok Utara – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang Lombok Utara kini mulai membawa ECOSA 18UU (Ecoenzyme Soap Active) langsung ke tengah masyarakat sebagai bukti bahwa limbah organik yang selama ini dianggap tak bernilai dapat diolah menjadi produk rumah tangga yang bermanfaat. Setelah resmi diluncurkan pada Mei 2026, ECOSA 18UU mulai diperkenalkan kepada masyarakat di lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara melalui rangkaian Program Gowes Kamtibmas Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik sekaligus memperkenalkan produk sabun multifungsi berbahan dasar Eco Enzyme. Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, mengatakan kehadiran ECOSA 18UU bukan sekadar memperkenalkan produk baru, tetapi membangun kesadaran bahwa persoalan lingkungan dapat dimulai dari perubahan kebiasaan di rumah tangga. "Setelah kami luncurkan, sekarang ECOSA 18UU mulai kami perkenalkan secara langsung kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat mengenal bukan hanya produknya, tetapi juga proses dan gagasan lingkungan yang melatarbelakangi lahirnya ECOSA," ujar Heny di Kantor Camat Gangga, Sabtu (11/07/26). ECOSA 18UU merupakan hasil kolaborasi Bhayangkari Cabang Lombok Utara dengan mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram dalam mengembangkan Eco Enzyme menjadi sabun aktif multifungsi yang dapat digunakan untuk mencuci piring maupun pakaian. Bahan utama produk tersebut berasal dari Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri melalui pengolahan limbah organik yang sebelumnya hanya berakhir sebagai sampah. Melalui proses tersebut, bahan yang semula tidak memiliki nilai ekonomi mampu diubah menjadi produk yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. "Selama ini ada bahan-bahan di sekitar kita yang langsung dianggap tidak berguna dan akhirnya dibuang. Padahal, jika diolah dengan pengetahuan dan cara yang tepat, bahan tersebut masih memiliki nilai manfaat," katanya. Menurut Heny, gagasan terbesar di balik ECOSA 18UU adalah mengubah pola pikir masyarakat terhadap limbah organik. Kepedulian terhadap lingkungan, kata dia, tidak harus dimulai dari program besar, tetapi dapat diawali dari langkah sederhana seperti memilah dan mengolah sampah organik di rumah. "Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari rumah, dari apa yang setiap hari ada di sekitar kita," ujarnya. Dalam proses pengembangannya, Bhayangkari menggandeng mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram untuk memberikan pendekatan ilmiah terhadap pemanfaatan Eco Enzyme. Berdasarkan hasil pengamatan dan kajian akademis, Bhayangkari Cabang Lombok Utara dinilai sebagai salah satu organisasi yang aktif dan konsisten mengembangkan Eco Enzyme di Nusa Tenggara Barat. Heny menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kekuatan penting agar inovasi yang lahir dari masyarakat memiliki dasar ilmiah sekaligus terus berkembang melalui evaluasi dan penyempurnaan. "Kolaborasi ini penting bagi kami. Apa yang selama ini kami kerjakan mendapatkan masukan dan pendekatan dari sisi akademis sehingga ke depan dapat terus dievaluasi dan dikembangkan," katanya. Pengenalan ECOSA 18UU kepada masyarakat juga menjadi langkah awal memperluas gerakan pengelolaan limbah organik berbasis rumah tangga. Bhayangkari berharap inovasi tersebut mampu menginspirasi kelompok perempuan, ibu rumah tangga, hingga komunitas masyarakat untuk memanfaatkan potensi bahan organik yang selama ini belum tergarap. "Produk tidak cukup hanya dibuat dan disimpan. Ia harus diperkenalkan, digunakan, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Karena tujuan akhirnya adalah bagaimana inovasi ini bisa memberi nilai bagi kehidupan sehari-hari," ujar Heny. Ke depan, Bhayangkari Cabang Lombok Utara akan terus mengembangkan ECOSA 18UU melalui kolaborasi dengan berbagai pihak serta memperluas edukasi mengenai Eco Enzyme sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. "Kami tidak ingin ECOSA berhenti sebagai sebuah nama atau produk. Kami ingin ada pengetahuan, kepedulian, dan semangat keberlanjutan yang ikut tumbuh bersama produk ini," tu

Lewat ECOSA 18UU, Bhayangkari KLU Ajak Warga Melihat Nilai Baru dari Limbah Organik

Lombok Utara, (POSTLOMBOK.COM) – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang …

Dari Bullying hingga Posyandu Rusak, Aspirasi Warga Jenggala Dibawa Mahasiswa ke Meja Bupati

Lombok Utara, Postlombok.com – Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) yang dijalankan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *