Home / Bisnis / Alfamart Sinergi dengan Pemkab Loteng Bikin UMKM Naik Kelas

Alfamart Sinergi dengan Pemkab Loteng Bikin UMKM Naik Kelas

Lombok Tengah (POSTLOMBOK.COM)  – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau yang dikenal dengan Alfamart, gandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah (Loteng) untuk membikin UMKM naik kelas.

Naik kelasnya UMKM di Lombok Tengah ini, diupayakan melalui kegiatan Pelatihan Management Retail dan Kurasi Produk UMKM pada Kamis 30 April 2026 yang dilaksanakan di Lantai 5 Ruang Rapat Kantor Bupati Lombok Tengah.

Pemkab Loteng melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag), menghadirkan puluhan pelaku UMKM se-Loteng, yang membawa serta produk andalannya untuk dilakukan kurasi pada kegiatan tersebut.

Alfamart Buka Pintu se-Lebar Lebarnya Untuk Pelaku UMKM

Dalam sambutanya pada pembukaan acara tersebut, Branch Merchandising & Produck Analist Manager Alfamart, Jaloem Pratama, menyampaikan terimakasih atas dukungan Pemkab Loteng sehingga acara tersebut bisa diselenggarakan dengan baik. Kegiatan seperti ini digelar secara rutin disetiap wilayah yang ada jaringan Alfamart dengan tujuan untuk mengajak pelaku UMKM memahami ritel modern.

“Karena saat ini, sudah saatnya UMKM bersinergi dengan ritel modern,” katanya.

Adapun bentuk sinerginya, dengan memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk menempatkan produknya di gerai-gerai Alfamart.

Alfamart berharap, dengan adanya kegiatan tersebut, para pelaku UMKM bisa memiliki modal khususnya modal berupa ilmu, agar bisa bersaing dengan produk lainya dan masuk di toko-toko atau gerai Alfamart.

“Melalui kegiatan ini juga, kami berharap bisa memberi peluang seluas-luasnya kepada pengusaha kecil untuk maju dan berkembang, karena sejatinya Alfamart membuka pintu yang sebesar-besarnya untuk pelaku UMKM,” imbuh Jaloem.

Sebagai salah satu ritel modern yang ada di Lombok, terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas agar sesuai dengan standart yang dibutuhkan oleh konsumen, sehingga bisa mendorong pelaku UMKM untuk mengikuti apa yang dibutuhkan oleh masyarakat luas.

Hal tersebut, sejalan dengan visi misi perusahaan yakni menjadi jaringan distribusi ritail yang terkemuka yang dimiliki oleh masyarakat luas yang berorientasi pada pemberdayaan, pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen, serta mampu bersaing secara global.

“Untuk itu, saya mengucapkan selamat bagi para peserta, semoga pelatihan management ritail dan kurasi produk UMKM ini, bisa memberikan mamfaat sebesar-besarnya dan seluas-luasnya untuk para pelaku UMKM yang ada di Lombok Tengah khusunya. Dan terimakasih atas kehadiranya, ” pungkas Jaloem Pratama

Alfamart Harus Dijaga, Bupati: “Ribuan Saudara Kita Bekerja di Sana, Ada Peluang Besar untuk UMKM”

Dari data yang saat ini dimiliki oleh Disperindag, pelaku UMKM yang ada di Loteng jumlahnya mencapai 64.261 lebih yang tersebar di seluruh wilayah di Loteng.

Sehingga kegiatan secara rutin yang dilakukan oleh Alfamart, diharapkan ke depan bisa menyentuh ke seluruh pelaku UMKM yang ada di Loteng, tentunya dengan keroyokan oleh ritel modern lainya. i

Dengan 64 ribu UMKM, kalau rata-rata satu orang pelaku UMKM bisa mempekerjakan 5 orang pegawai, maka sebanyak sekitar 320.000 lebih keluarga yang akan hidup dari usaha tersebut.

“Untuk itu, upaya Alfamart untuk terus membuat UMKM naik kelas ini, harus kita apresiasi dan dukung,” tandas Bupati Loteng, HL.Pathul Bahri S.Ip M.Ap dalam sambutanya pada pembukaan kegiatan tersebut.

Bupati lebih jauh mengungkapkan, dengan adanya berbagai event internasional yang ada saat ini, merupakan peluang yang terbuka lebar bagi berkembang dan tumbuhnya UMKM di Loteng.

Potensi itu, harus bisa disongsong oleh pelaku UMKM sejak hari ini, dengan memanfaatkan retail modern yang saat ini jaringanya luas dan dipercaya, seperti Alfamart.

“Maka dari itu, pemerintah ini banyak hal yang dipikirkan. Beda pemerintah dengan pengusaha. Pengusaha memikirkan bagaimana mendapat untuk dan bagaimana bersinergi, berkolaborasi. Kalau pemerintah (memikirkan) banyak hal,” imbuh Bupati.

Diceritakan Bupati, baru kemarin pihaknya didemo oleh para guru honorer/ P3K Paruh Waktu yang mendapat gaji Rp. 200 ribu, yang bisa jadi mereka lupa ada yang mendapat sertifikasi yang nilainya jutaan dan dana lainya.

Di sisi lain, Bupati ungkapkan kalau pihaknya telah memberikan Jaminan Ketenaga Kerjaan untuk sekitar 5.500 orang tenaga kerja yang ada di Loteng. Untuk itu, Disperindag ke depan, diminta melakukan pendataan terhadap para pekerja UMKM untuk selanjutnya, nantinya akan diberikan juga Jaminan Ketenagakerjaan.

Selain itu, jaminan juga diberikan kepada profesi lainya seperti; Guru Ngaji, Marbot Masjid, Petani bahkan hingga iuran Kematian yang ahli warisnya mendapatkan Rp. 42 juta. Ada juga Badan Keamanan Desa (BKD) yang jumlahnya hingga 3000 orang lebih, Petani 13.000-an, Nelayan 800-san , yang semuanya punya kebutuhan dan aspirasinya masing-masing.

“Jadi semua kita harus pikirkan, bukan hanya sekedar memikirkan UMKM saja, bukan kita hanya pikirkan guru atau nakes saja. Saat ini, seluruh warga Loteng sakit, cukup berobat pakai KTP saja,” tandas Bupati.

Maka, karena keberhasilan melayani kesehatan masyarakat secara menyeluruh tersebut, Pemkab Loteng mendapatkan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari Pemerintah Pusat pada tahun 2026 ini. Belum lagi soal pangan, yang saat ini Loteng merupakan salah satu kabupaten yang diberi predikat Kabupaten Penyangga Pangan Nasional.

Kembali ke persoalan UMKM lanjut Bupati, Disperindag bertugas bagaimana agar UMKM ini bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan ritel modern seperti Alfamart yang harus dijaga.

“Dan Alfamart itu harus dijaga. Kenapa harus dijaga? Karena di sana ada tenaga kerja. Siapa itu? Orang Loteng. Kemudian, jika ini dijaga, mereka harus bersinergi, berkolaborasi. Ini adalah ketentuan dalam undang-undang, bagi bapak-ibu yang punya usaha kecil boleh masuk, tentu menjaga kualitas,” terang Bupati.

Untuk menjaga kualitas tersebut, maka ada grid yang dilakukan melalui kegiatan kurasi yang saat ini akan dilakukan dalam kegiatan tersebut. Hal tersebut agar produk yang masuk nantinya tidak merugikan pihak retail modern. Karena bila ada produk yang membuat konsumen komplain, maka yang menjadi sasaran konsumen pihak retail itu sendiri yang bisa berakibat kerugian bai retail.

Untuk itu, Bupati berharap agar di tengah penduduk Loteng yang jumlahnya hingga 1.800.000 orang lebih jiwa ini, kegiatan kurasi tersebut bisa berdampak signifikan bagi berkembangnya dan naik tingkatkan UMKM di Loteng.

 

About Tim Postlombok

Check Also

Apresiasi Dr.HM.Nursiah Temui Nakes Yang Unjuk Rasa, Deklarasi NTB : ” Kami Apresiasi Juga Nakes Perjuangkan Haknya, Tapi Pemkab Beri Status PPPK PW Juga Luar Biasa”

Lombok Tengah (POSTLOMBOK.COM) – LSM Deklarasi NTB apresiasi sikap Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah (Loteng), …

DPRD Setujui Perangkat Baru RSUD Praya

Lombok Tengah (POSTLOMBOK.COM)  – Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 …

Ketua KAUMY NTB : Ngopi Alumni Hadirkan Kebersamaan Tanpa Jarak

Mataram (POSTLOMBOK.COM) – Kegiatan silaturahim dan reuni bertajuk Ngopi Alumni UMY yang digelar oleh Keluarga Alumni …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *