
DOMPU,Postlombok.com — Kabupaten Dompu memiliki sejumlah destinasi wisata potensial, mulai dari Felo Janga dan Wadu Jao di Kecamatan Pajo, hingga Nusa Rate, Nisa Pudu, dan Mada Oi Hodo di Kecamatan Kempo. Khusus nama terakhir, Mada Oi Hodo sempat menjadi salah satu ikon wisata alam paling populer dan diandalkan pada era 1990-an.
Sayangnya, kejayaan tersebut kini tinggal kenangan. Kondisi Mada Oi Hodo saat ini sangat memprihatinkan, tidak terurus, dan kumuh. Akibatnya, tingkat kunjungan wisatawan mengalami penurunan drastis dalam beberapa tahun terakhir.
Padahal, pada masa kejayaannya di era kepemimpinan Bupati H. Abubakar Ahmad, SH, dan Kadis Pariwisata Drs. H. Abdul Haris, Mada Oi Hodo merupakan salah satu motor penggerak dan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Dompu dari sektor pariwisata.
Salah seorang pengunjung, Drs. Dirmansyah, menyayangkan kondisi destinasi yang dulunya, baik wisatawan Nusantara maupun mancanegara, kenal luas ini kini dibiarkan terbengkalai. Ia berharap ada langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Dompu untuk kembali melirik potensi besar tersebut.
”Kami berharap pemerintah daerah kembali peduli. Oi Hodo ini dulu sangat ramai, sekarang sepi karena kotor dan tidak terurus. Padahal potensinya sangat besar,” ujar Dirmansyah, Minggu (8/11/2026).
Menurutnya, jika kawasan Mada Oi Hodo dibersihkan, ditata ulang, dan dikelola secara profesional oleh pihak berwenang, destinasi ini diyakini mampu bangkit kembali. Langkah revitalisasi tersebut tidak hanya akan memulihkan sektor pariwisata lokal, tetapi juga berpotensi mendongkrak kembali pemasukan PAD Dompu.
POSTLOMBOK.COM sepakat dengan berita baik