Home / Pendidikan / 36 Anak Bayan Lolos Sekolah Rakyat, Camat Johansyah: Pendidikan Jadi Jalan Putus Rantai Kemiskinan

36 Anak Bayan Lolos Sekolah Rakyat, Camat Johansyah: Pendidikan Jadi Jalan Putus Rantai Kemiskinan

Foto : Camat bayan beserta Siswa SR berfoto bersama

 

Lombok utara Postlombok.com – Kesempatan mengenyam pendidikan layak kini terbuka bagi puluhan anak dari keluarga kurang mampu di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Sebanyak 36 anak dari berbagai desa di Kecamatan Bayan dinyatakan lolos sebagai calon siswa (casis) Sekolah Rakyat, program pendidikan berasrama gratis yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Pelepasan 36 calon siswa tersebut dilakukan langsung Camat Bayan, Johansyah, S.Pd., di Kantor Camat Bayan, Senin, 02/11/2026. Bagi pemerintah kecamatan, keberangkatan puluhan anak ini bukan sekadar agenda pelepasan siswa, melainkan peluang bagi keluarga kurang mampu untuk memperbaiki masa depan melalui pendidikan.

Johansyah mengaku bangga sekaligus terharu melihat putra-putri Bayan mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program tersebut. Ia berharap kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan untuk mengubah masa depan mereka dan keluarga.

Menurutnya, Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu jalan untuk memutus mata rantai kemiskinan yang selama ini membatasi akses pendidikan bagi sebagian masyarakat.

“Hari ini kita tidak hanya melepas anak-anak kita untuk bersekolah, tapi kita melepas harapan besar keluarga dan daerah. Sekolah Rakyat adalah pintu emas memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan para calon siswa agar tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Disiplin, menjaga akhlak, serta tekun belajar menjadi bekal penting selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Johansyah meminta para siswa tetap mengingat perjuangan orang tua yang telah mengantarkan mereka mendapatkan kesempatan tersebut. Ia berharap keberhasilan mereka kelak bisa menjadi kebanggaan keluarga sekaligus membawa nama baik Kecamatan Bayan.

Di sisi lain, pemerintah kecamatan memastikan proses penentuan calon siswa tidak dilakukan secara sembarangan. Bersama Dinas Sosial dan pemerintah desa, pihak kecamatan melakukan pendampingan serta verifikasi berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan program Sekolah Rakyat benar-benar menjangkau anak-anak dari keluarga yang membutuhkan, bukan sekadar mereka yang memenuhi persyaratan administrasi.

“Kami memastikan anak-anak yang berangkat ini benar-benar dari keluarga yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kehadiran negara. Kami dari pemerintah kecamatan akan terus mengawal dan memantau perkembangan mereka,” tegasnya.

Pemerintah Kecamatan Bayan juga berkomitmen tetap menjalin pemantauan terhadap perkembangan para siswa setelah mengikuti pendidikan. Dengan demikian, keberangkatan mereka tidak berhenti pada proses seleksi dan pelepasan, tetapi diharapkan berlanjut hingga mampu menyelesaikan pendidikan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Camat Bayan, para kepala seksi, kasubbag, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), orang tua atau wali calon siswa, serta jajaran staf Kecamatan Bayan.

Dengan jumlah 36 calon siswa yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Bayan, program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi kesempatan baru bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang lebih layak dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.(Niss)

 

 

About Redaksi

Check Also

Selamatkan Pendidikan, TGH. Sumar Serahkan Pengelolaan Abul Barokat Wannafahat ke Tuan Guru Bajang

Mataram  (POSTLOMBOK. COM ) – Demi selamatkan lembaga pendidikan agar proses belajar mengajar yang sudah …

Gedung Sebuah SMK di Loteng Diduga Alih Fungsi Jadi SPPG, Melanggar Aturan? 

Lombok Tengah (POSTLOMBOK.COK) – Sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Lombok Tengah, diduga beralih fungsi …

Dari Bullying hingga Posyandu Rusak, Aspirasi Warga Jenggala Dibawa Mahasiswa ke Meja Bupati

Lombok Utara, Postlombok.com – Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) yang dijalankan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *