Home / Kejadian / Miq Iqbal : Bendungan, Irigasi Pertanian, dan Jalan Jadi Perhatian Pusat

Miq Iqbal : Bendungan, Irigasi Pertanian, dan Jalan Jadi Perhatian Pusat

Mataram (POSTLOMBOK.COM) -Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo pekan lalu berkeliling Provinsi NTB melihat sejumlah infrastruktur. Mulai dari bendungan, irigasi pertanian, hingga jalan.

“Pak Menteri (Dody Hanggodo) membahas soal jalan port to port, jalan daerah, perluasan bendungan, sampai irigasi pertanian,” kata Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat dikonfirmasi melalui pesan instan.

Dijelaskan, dengan kedatangan Menteri PU ini, sejumlah peningkatan infrastruktur yang sebelumnya dibahas di Jakarta, dapat dibahas lebih tajam. Pembangunan bypass port to port saat ini sedang tahap studi kelayakan.

“Jalan ini nantinya juga akan dibahas bersama teman-teman anggota DPR RI daerah pemilihan NTB, kita terus dorong realisasi jalan bypass port to port,” ucapnya.

“Akhir tahun ini kita selesai studi kelayakan, tahun depan kita akan fokus ke DED dan pengadaan lahan di sejumlah ruas,” sambung Iqbal.

Lebih lanjut, terkait dengan bendungan, Menteri PU melihat Bendungan Mujur yang dinanti para petani di wilayah selatan, Bendungan Tanju yang dibutuhkan petani di Dompu, Bendungan Beringin Sila dan Kerekeh di Unter Iwes yang Dibutuhkan petani di Sumbawa.

“Dan Bendungan Bintang Bano di KSB. Kita harap dapat membantu seluruh petani,” urainya.

Selain itu, sambung Iqbal, bersama Menteri PU ia juga langsung melihat proyek Jalan Nasional Samota di Sumbawa yang dibangun 2023.

“Pak Menteri melihat langsung, kenapa belum tersambung di satu titik karena kondisi rawa,” kata Mantan Dubes Indonesia untuk Turki ini.

Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal secara khusus meninjau sejumlah proyek instruksi Presiden Prabowo Subianto yang juga diusulkan oleh Pemprov NTB.

“Seperti revitalisasi irigasi tua yang sudah puluhan tahun tidak dirawat dan juga sekolah rakyat,” katanya.

“Ada sejumlah pembangunan infrastruktur yang sudah kita bahas sebelumnya dengan Pak Iqbal (Gubernur NTB) yang saya lihat langsung ke lapangan terutama proyek jalan dan bendungan,”sambungnya.

About Tim Postlombok

Check Also

Komisi III DPRD KLU Turun Tangan Redam Kisruh Tabungan Siswa SDN 1 Sigar Penjalin, Desak Penyelesaian Elegan Tanpa Korbankan Mental Anak

Lombok Utara,PostLombok.Com – Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Utara akhirnya mengambil sikap tegas menyikapi polemik …

Lombok Utara – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang Lombok Utara kini mulai membawa ECOSA 18UU (Ecoenzyme Soap Active) langsung ke tengah masyarakat sebagai bukti bahwa limbah organik yang selama ini dianggap tak bernilai dapat diolah menjadi produk rumah tangga yang bermanfaat. Setelah resmi diluncurkan pada Mei 2026, ECOSA 18UU mulai diperkenalkan kepada masyarakat di lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara melalui rangkaian Program Gowes Kamtibmas Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik sekaligus memperkenalkan produk sabun multifungsi berbahan dasar Eco Enzyme. Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, mengatakan kehadiran ECOSA 18UU bukan sekadar memperkenalkan produk baru, tetapi membangun kesadaran bahwa persoalan lingkungan dapat dimulai dari perubahan kebiasaan di rumah tangga. "Setelah kami luncurkan, sekarang ECOSA 18UU mulai kami perkenalkan secara langsung kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat mengenal bukan hanya produknya, tetapi juga proses dan gagasan lingkungan yang melatarbelakangi lahirnya ECOSA," ujar Heny di Kantor Camat Gangga, Sabtu (11/07/26). ECOSA 18UU merupakan hasil kolaborasi Bhayangkari Cabang Lombok Utara dengan mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram dalam mengembangkan Eco Enzyme menjadi sabun aktif multifungsi yang dapat digunakan untuk mencuci piring maupun pakaian. Bahan utama produk tersebut berasal dari Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri melalui pengolahan limbah organik yang sebelumnya hanya berakhir sebagai sampah. Melalui proses tersebut, bahan yang semula tidak memiliki nilai ekonomi mampu diubah menjadi produk yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. "Selama ini ada bahan-bahan di sekitar kita yang langsung dianggap tidak berguna dan akhirnya dibuang. Padahal, jika diolah dengan pengetahuan dan cara yang tepat, bahan tersebut masih memiliki nilai manfaat," katanya. Menurut Heny, gagasan terbesar di balik ECOSA 18UU adalah mengubah pola pikir masyarakat terhadap limbah organik. Kepedulian terhadap lingkungan, kata dia, tidak harus dimulai dari program besar, tetapi dapat diawali dari langkah sederhana seperti memilah dan mengolah sampah organik di rumah. "Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari rumah, dari apa yang setiap hari ada di sekitar kita," ujarnya. Dalam proses pengembangannya, Bhayangkari menggandeng mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram untuk memberikan pendekatan ilmiah terhadap pemanfaatan Eco Enzyme. Berdasarkan hasil pengamatan dan kajian akademis, Bhayangkari Cabang Lombok Utara dinilai sebagai salah satu organisasi yang aktif dan konsisten mengembangkan Eco Enzyme di Nusa Tenggara Barat. Heny menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kekuatan penting agar inovasi yang lahir dari masyarakat memiliki dasar ilmiah sekaligus terus berkembang melalui evaluasi dan penyempurnaan. "Kolaborasi ini penting bagi kami. Apa yang selama ini kami kerjakan mendapatkan masukan dan pendekatan dari sisi akademis sehingga ke depan dapat terus dievaluasi dan dikembangkan," katanya. Pengenalan ECOSA 18UU kepada masyarakat juga menjadi langkah awal memperluas gerakan pengelolaan limbah organik berbasis rumah tangga. Bhayangkari berharap inovasi tersebut mampu menginspirasi kelompok perempuan, ibu rumah tangga, hingga komunitas masyarakat untuk memanfaatkan potensi bahan organik yang selama ini belum tergarap. "Produk tidak cukup hanya dibuat dan disimpan. Ia harus diperkenalkan, digunakan, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Karena tujuan akhirnya adalah bagaimana inovasi ini bisa memberi nilai bagi kehidupan sehari-hari," ujar Heny. Ke depan, Bhayangkari Cabang Lombok Utara akan terus mengembangkan ECOSA 18UU melalui kolaborasi dengan berbagai pihak serta memperluas edukasi mengenai Eco Enzyme sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. "Kami tidak ingin ECOSA berhenti sebagai sebuah nama atau produk. Kami ingin ada pengetahuan, kepedulian, dan semangat keberlanjutan yang ikut tumbuh bersama produk ini," tu

Lewat ECOSA 18UU, Bhayangkari KLU Ajak Warga Melihat Nilai Baru dari Limbah Organik

Lombok Utara, (POSTLOMBOK.COM) – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang …

Dari Bullying hingga Posyandu Rusak, Aspirasi Warga Jenggala Dibawa Mahasiswa ke Meja Bupati

Lombok Utara, Postlombok.com – Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) yang dijalankan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *