
Lombok Tengah (POSTLOMBOK.COM) – Khawatir kuota diberikan ke pengusaha kaya, Asosiasi Pedagang dan Kaki Lima (APKLI) Lombok Tengah (Loteng) cuma dikasi 1 lapak di Event MotoGP 2026.
Hal tersebut, terungkap dalam sebuah pertemuan antara pihak APKLI Loteng dengan dinas terkait, Selasa 22 September 2026, di Kantor Bupati setempat.
Ketua APKLI Loteng, Muhadi ditemui di Kantor Bupati mengatakan, pihaknya kebingungan akan diberikan 1 lapak di Event Pertamina Grand Prix Of Indonesia 2026 yang digelar oktober 2026 ini.
“Anggota kami yang saat ini sudah terdaftar 150 lebih. Adanya 1 lapak yang akan diberikan ke kami, ini malah jadi bumerang bagi kami, bagaimana kami membagi ini,” kata Muhadi yang akrab disapa Mamiq Dira.
Antusias APKLI untuk berpartisipasi pada event yang dikenal disebut MotoGP ini sangat tinggi. Hal itu ditunjukkan dengan kesiapan anggota untuk mengurus administrasi kelengkapan UMKM.
“Untuk memenuhi persyaratan agar bisa masuk di MotoGP ini, kami telah membuat NIB hingga sertifikat halal untuk anggota,” imbuh Mamiq Dira.
Kepala Bidang (Kabid) Perbankan, Koperasi dan CSR APKLI Loteng, Agus Sukandi menambahkan, sejauh yang ia ketahui, kuota untuk UMKM Loteng antara 100 hingga 200-san lapak.
Untuk itu, pihaknya khawatir jangan sampai kuota lapak untuk Lombok Tengah tersebut diberikan kepada orang lain yang bukan haknya untuk berjualan di MotoGP.
“Kami khawatir justeru kuota lapak itu diberikan ke para pengusaha kaya. Maka semua harus jelas dan transparan kepada siapa kuota diberikan,” tegas Agus Sukandi.
Pihak meminta kepada pihak dinas terkait untuk mempublikasikan by name by address, pelaku UMKM yang akan menempati lapak di MotoGP tersebut.
POSTLOMBOK.COM sepakat dengan berita baik