Home / Kejadian / Nasib GPAI Loteng, Hak Sertifikasi Tak Diberi, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi

Nasib GPAI Loteng, Hak Sertifikasi Tak Diberi, Diintimidasi Saat Sampaikan Aspirasi

Lombok Tengah ( POSTLOMBOK.COM) – Sekitar 260-han Guru PAI di Lombok Tengah (Loteng) ,hingga saat ini tak diberikan dana sertifikasi. Mereka pada Kamis 11 Juni 2026, sampaikan aspirasi di Kantor Kemenag setempat.

Salah seorang guru pada kesempatan tersebut menyampaikan, kalau mereka sejak Januari 2026 hingga bulan ini belum diberikan dana sertifikasi yang seharusnya menjadi hak mereka setiap bulanya.

Alasan belum diberikan, disebutkan karena dananya belum ada dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Namun anehnya, disaat 200-san Guru PAI tidak diberikan, sejumlah guru PAI lainya justeru ada yang sudah menerimanya.

“Bahkan saya, sudah diberikan untuk 1 bulan saja, katanya untuk pengodop-odop karena saya keras bersuara,” ujar Sugianto, Selaku Koordinator aksi penypaian aspirasi usai melakukan aksi.

Pada hari itu, sekitar 200-san guru sesungguhnya akan hadir menyampaikan apsirasinya terkait belum diberikanya dana aspirasi tersebut, namun karena adanya berbagai intimidasi dan ancaman, banyak dari mereka yang takut bersuara.

Mereka diancam akan diberikan pembinaan dan bahkan ancaman dipecat hingga sertifkasinya dibatalkan bila pada hari itu turuna ke jalan untuk bersuara terkait dana sertifkasi yang belum dicairkan tersebut.

“Beredar chat okum pengawas dan juga oknum pejabat di Kemenag Loteng yang meminta daftar nama guru yang demo hari ini dengan bahasa akan diberi pembinaan dan sebagainya. Ini bagi kami sama dengan ancaman,” jelas

Dari total sekitar 260-han Guru PAI yang dana sertifikasinya belum dibayar, maka total nilainya mencapai belasan miliar rupiah.

Sementara itu, pihak Kemenag Loteng melalui salah satu pejabatnya menyampaikan, kalau dana pembayaran sertifikasi itu belum cair dari pusat.

“Kami tidak bisa janjikan kapan akan cair, kalau cair hari ini, maka hari ini kami bayarkan,” kata Arbain salah satu pejabat Kemenag.

Pihaknya mengaku telah melakukan sosialisasi atas belum cairnya dana tersebut beberapa kali ke para guru.

Soal adanya ancaman, dia membantah. Pihaknya hanya meminta agar demo ditunda karena saat ini sedang ada MTQ tingkat Provinsi NTB yang dipusatkan di Lombok Tengah.

About Tim Postlombok

Check Also

Sekda NTB: ASN Bukan Sekadar Bekerja, Tapi Mengabdi

Mataram, 11 Juni 2026 (POSTLOMBOK COM)  – Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Abul Chair, …

NTB Geser Fokus, Inovasi Harus Hadirkan Solusi

Mataram, 11 Juni 2026 (POSTLOMBOK.COM) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menegaskan bahwa inovasi daerah …

AI Masuk Posyandu, NTB Perkuat Deteksi Dini Kesehatan Ibu dan Anak

Lombok Barat, 11 Juni 2026 (POSTLOMBOK.COM) – Nusa Tenggara Barat mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *