Home / Nusantara / Parade Atlet PORPROV XII NTB, Jalan Pejanggik Ditutup Sementara

Parade Atlet PORPROV XII NTB, Jalan Pejanggik Ditutup Sementara

Mataram , Kamis 16 Juli 2026 (POSTLOMBOK.COM) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat akan melakukan rekayasa lalu lintas berupa penutupan sementara sejumlah ruas jalan di kawasan Kantor Gubernur NTB pada Kamis (16/7) dalam rangka Parade Atlet Pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII NTB Tahun 2026.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, mengatakan penutupan jalan dilakukan untuk mendukung kelancaran rangkaian pembukaan PORPROV XII NTB sekaligus menjamin keamanan peserta maupun masyarakat.

“Untuk mendukung kelancaran Parade Atlet Pembukaan PORPROV XII NTB, akan dilakukan penutupan sementara arus lalu lintas mulai pukul 11.00 hingga 18.00 Wita. Kami mengimbau masyarakat agar menyesuaikan waktu perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan,” ujar Ahsanul Khalik di Mataram, Kamis (16/7).

Ia menjelaskan, penutupan dilakukan di Jalan Pejanggik, mulai dari Simpang Empat Bank Indonesia (BI) hingga Simpang Tiga Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, termasuk beberapa ruas jalan di sekitar kawasan Kantor Gubernur NTB yang terdampak pengaturan arus lalu lintas.

Selama kegiatan berlangsung, arus kendaraan akan dialihkan melalui sejumlah ruas jalan alternatif, di antaranya Jalan Langko, Jalan Udayana, Jalan Caturwarga, Jalan Airlangga, Jalan Anggrek, Jalan Mawar, Jalan Melati, Jalan Seroja, Jalan Aipda Karel S. Tuban, Jalan WR. Supratman, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan Veteran, serta ruas jalan lainnya sesuai pengaturan petugas di lapangan.

Ahsanul Khalik mengajak masyarakat untuk mendukung suksesnya penyelenggaraan PORPROV XII NTB dengan mematuhi pengaturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas yang bertugas di lapangan.

“PORPROV merupakan pesta olahraga terbesar di Provinsi NTB yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota. Kami berharap masyarakat dapat memberikan dukungan dengan bersama-sama menjaga ketertiban, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, lancar, dan sukses,” katanya.

Pengaturan lalu lintas tersebut dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi NTB bersama Kepolisian, dengan dukungan Satpol PP Provinsi NTB dan Satpol PP Kota Mataram.

Pemerintah Provinsi NTB menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan selama proses penutupan jalan berlangsung serta mengucapkan terima kasih atas pengertian dan partisipasi masyarakat dalam mendukung suksesnya Pembukaan PORPROV XII NTB Tahun 2026.

Informasi Penutupan Jalan

Hari/Tanggal: Kamis, 16 Juli 2026.

Waktu: Pukul 11.00–18.00 Wita.

Ruas Jalan: Jalan Pejanggik, mulai Simpang Empat Bank Indonesia (BI) hingga Simpang Tiga Kantor BKD Provinsi NTB, beserta beberapa ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan sesuai rekayasa lalu lintas.

Kegiatan: Parade Atlet Pembukaan PORPROV XII NTB Tahun 2026.

About Tim Postlombok

Check Also

Pesepakbola Berbakat Asal Loteng, Daffa Adamara Direkrut Klub Bola Professional Persiwangi

Lombok Tengah (POSTLOMBOK.COM) – Seorang pemuda berbakat asal Kabupaten Lombok Tengah NTB, direkrut Club Bola …

Lombok Utara – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang Lombok Utara kini mulai membawa ECOSA 18UU (Ecoenzyme Soap Active) langsung ke tengah masyarakat sebagai bukti bahwa limbah organik yang selama ini dianggap tak bernilai dapat diolah menjadi produk rumah tangga yang bermanfaat. Setelah resmi diluncurkan pada Mei 2026, ECOSA 18UU mulai diperkenalkan kepada masyarakat di lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara melalui rangkaian Program Gowes Kamtibmas Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik sekaligus memperkenalkan produk sabun multifungsi berbahan dasar Eco Enzyme. Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, mengatakan kehadiran ECOSA 18UU bukan sekadar memperkenalkan produk baru, tetapi membangun kesadaran bahwa persoalan lingkungan dapat dimulai dari perubahan kebiasaan di rumah tangga. "Setelah kami luncurkan, sekarang ECOSA 18UU mulai kami perkenalkan secara langsung kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat mengenal bukan hanya produknya, tetapi juga proses dan gagasan lingkungan yang melatarbelakangi lahirnya ECOSA," ujar Heny di Kantor Camat Gangga, Sabtu (11/07/26). ECOSA 18UU merupakan hasil kolaborasi Bhayangkari Cabang Lombok Utara dengan mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram dalam mengembangkan Eco Enzyme menjadi sabun aktif multifungsi yang dapat digunakan untuk mencuci piring maupun pakaian. Bahan utama produk tersebut berasal dari Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri melalui pengolahan limbah organik yang sebelumnya hanya berakhir sebagai sampah. Melalui proses tersebut, bahan yang semula tidak memiliki nilai ekonomi mampu diubah menjadi produk yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. "Selama ini ada bahan-bahan di sekitar kita yang langsung dianggap tidak berguna dan akhirnya dibuang. Padahal, jika diolah dengan pengetahuan dan cara yang tepat, bahan tersebut masih memiliki nilai manfaat," katanya. Menurut Heny, gagasan terbesar di balik ECOSA 18UU adalah mengubah pola pikir masyarakat terhadap limbah organik. Kepedulian terhadap lingkungan, kata dia, tidak harus dimulai dari program besar, tetapi dapat diawali dari langkah sederhana seperti memilah dan mengolah sampah organik di rumah. "Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari rumah, dari apa yang setiap hari ada di sekitar kita," ujarnya. Dalam proses pengembangannya, Bhayangkari menggandeng mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram untuk memberikan pendekatan ilmiah terhadap pemanfaatan Eco Enzyme. Berdasarkan hasil pengamatan dan kajian akademis, Bhayangkari Cabang Lombok Utara dinilai sebagai salah satu organisasi yang aktif dan konsisten mengembangkan Eco Enzyme di Nusa Tenggara Barat. Heny menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kekuatan penting agar inovasi yang lahir dari masyarakat memiliki dasar ilmiah sekaligus terus berkembang melalui evaluasi dan penyempurnaan. "Kolaborasi ini penting bagi kami. Apa yang selama ini kami kerjakan mendapatkan masukan dan pendekatan dari sisi akademis sehingga ke depan dapat terus dievaluasi dan dikembangkan," katanya. Pengenalan ECOSA 18UU kepada masyarakat juga menjadi langkah awal memperluas gerakan pengelolaan limbah organik berbasis rumah tangga. Bhayangkari berharap inovasi tersebut mampu menginspirasi kelompok perempuan, ibu rumah tangga, hingga komunitas masyarakat untuk memanfaatkan potensi bahan organik yang selama ini belum tergarap. "Produk tidak cukup hanya dibuat dan disimpan. Ia harus diperkenalkan, digunakan, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Karena tujuan akhirnya adalah bagaimana inovasi ini bisa memberi nilai bagi kehidupan sehari-hari," ujar Heny. Ke depan, Bhayangkari Cabang Lombok Utara akan terus mengembangkan ECOSA 18UU melalui kolaborasi dengan berbagai pihak serta memperluas edukasi mengenai Eco Enzyme sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. "Kami tidak ingin ECOSA berhenti sebagai sebuah nama atau produk. Kami ingin ada pengetahuan, kepedulian, dan semangat keberlanjutan yang ikut tumbuh bersama produk ini," tu

Lewat ECOSA 18UU, Bhayangkari KLU Ajak Warga Melihat Nilai Baru dari Limbah Organik

Lombok Utara, (POSTLOMBOK.COM) – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang …

Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Air Harus Sampai kepada Petani

Lombok Barat , Jumat 10 Juli 2026 (POSTLOMBOK.COM) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *