Home / Budaya / Ribuan Warga Padati Pekan Pemajuan Kebudayaan, Sanggar Seni Jadi Motor Kebangkitan Budaya Lombok Utara

Ribuan Warga Padati Pekan Pemajuan Kebudayaan, Sanggar Seni Jadi Motor Kebangkitan Budaya Lombok Utara


Foto:Sekda KLU Sahabudin Membuka secara Resmi Pekan Kemajuan Kebudayaan Lombok Utara 2026

Lombok utara – postlombok com – Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara 2026 tidak sekadar menjadi panggung hiburan. Selama tiga hari pelaksanaan, ajang yang digelar di Alun-alun Tioq Tata Tunaq menjadi ruang besar bagi sanggar seni, komunitas budaya, pelaku ekonomi kreatif, hingga generasi muda untuk menunjukkan bahwa budaya lokal masih hidup, berkembang, dan mampu menjadi kekuatan pembangunan daerah.

Kegiatan yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 itu diselenggarakan oleh Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira bekerja sama dengan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiaraya. Ribuan masyarakat memadati lokasi sejak hari pertama untuk menyaksikan beragam pertunjukan seni tradisional, tari daerah, musik etnik, sastra, permainan tradisional, hingga pameran budaya yang melibatkan berbagai sanggar dari seluruh Kabupaten Lombok Utara.

Ketua Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira yang juga Sekretaris Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten Lombok Utara, Sandi Justitia Putra, mengatakan Pekan Pemajuan Kebudayaan sengaja dirancang sebagai ruang perjumpaan antara pelaku seni, masyarakat, dan pemerintah agar kebudayaan tidak berhenti sebagai warisan, tetapi terus berkembang mengikuti zaman.

“Kebudayaan bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi bagi masa depan. Melalui Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara, kami ingin menghadirkan ruang perjumpaan antara tradisi, kreativitas, dan inovasi sehingga budaya tetap hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Menurut Sandi, keterlibatan puluhan sanggar seni dan komunitas budaya menjadi bukti bahwa ekosistem kebudayaan di Lombok Utara terus tumbuh. Selain menjadi ruang ekspresi, kegiatan ini juga membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mempromosikan produk berbasis budaya kepada masyarakat maupun wisatawan.

Ia menambahkan, terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Dewan Kebudayaan Daerah, komunitas budaya, relawan, hingga masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV Nusa Tenggara Barat, Made Agus Adi Prabawa, menilai Pekan Pemajuan Kebudayaan Lombok Utara menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mampu menciptakan ruang pelestarian budaya yang berdampak luas.

Melalui Program Dana Indonesiaraya, kata dia, pemerintah pusat terus mendorong lahirnya berbagai inisiatif budaya yang tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memberikan manfaat terhadap pendidikan, ekonomi kreatif, dan penguatan identitas budaya daerah.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Utara ke-18 dan Bulan Kebudayaan Lombok Utara yang diperingati setiap Juli.

Antusiasme masyarakat yang memadati Alun-alun Tioq Tata Tunaq sejak sore hingga malam menunjukkan bahwa ruang budaya tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Bagi para pelaku seni, Pekan Pemajuan Kebudayaan bukan hanya panggung pertunjukan, melainkan momentum membuktikan bahwa sanggar-sanggar seni di Lombok Utara masih menjadi garda terdepan dalam menjaga identitas daerah sekaligus menghidupkan denyut kebudayaan untuk generasi mendatang.(NS,)

About Redaksi

Check Also

Lombok Utara – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang Lombok Utara kini mulai membawa ECOSA 18UU (Ecoenzyme Soap Active) langsung ke tengah masyarakat sebagai bukti bahwa limbah organik yang selama ini dianggap tak bernilai dapat diolah menjadi produk rumah tangga yang bermanfaat. Setelah resmi diluncurkan pada Mei 2026, ECOSA 18UU mulai diperkenalkan kepada masyarakat di lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara melalui rangkaian Program Gowes Kamtibmas Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik sekaligus memperkenalkan produk sabun multifungsi berbahan dasar Eco Enzyme. Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, mengatakan kehadiran ECOSA 18UU bukan sekadar memperkenalkan produk baru, tetapi membangun kesadaran bahwa persoalan lingkungan dapat dimulai dari perubahan kebiasaan di rumah tangga. "Setelah kami luncurkan, sekarang ECOSA 18UU mulai kami perkenalkan secara langsung kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat mengenal bukan hanya produknya, tetapi juga proses dan gagasan lingkungan yang melatarbelakangi lahirnya ECOSA," ujar Heny di Kantor Camat Gangga, Sabtu (11/07/26). ECOSA 18UU merupakan hasil kolaborasi Bhayangkari Cabang Lombok Utara dengan mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram dalam mengembangkan Eco Enzyme menjadi sabun aktif multifungsi yang dapat digunakan untuk mencuci piring maupun pakaian. Bahan utama produk tersebut berasal dari Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri melalui pengolahan limbah organik yang sebelumnya hanya berakhir sebagai sampah. Melalui proses tersebut, bahan yang semula tidak memiliki nilai ekonomi mampu diubah menjadi produk yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. "Selama ini ada bahan-bahan di sekitar kita yang langsung dianggap tidak berguna dan akhirnya dibuang. Padahal, jika diolah dengan pengetahuan dan cara yang tepat, bahan tersebut masih memiliki nilai manfaat," katanya. Menurut Heny, gagasan terbesar di balik ECOSA 18UU adalah mengubah pola pikir masyarakat terhadap limbah organik. Kepedulian terhadap lingkungan, kata dia, tidak harus dimulai dari program besar, tetapi dapat diawali dari langkah sederhana seperti memilah dan mengolah sampah organik di rumah. "Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari rumah, dari apa yang setiap hari ada di sekitar kita," ujarnya. Dalam proses pengembangannya, Bhayangkari menggandeng mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram untuk memberikan pendekatan ilmiah terhadap pemanfaatan Eco Enzyme. Berdasarkan hasil pengamatan dan kajian akademis, Bhayangkari Cabang Lombok Utara dinilai sebagai salah satu organisasi yang aktif dan konsisten mengembangkan Eco Enzyme di Nusa Tenggara Barat. Heny menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kekuatan penting agar inovasi yang lahir dari masyarakat memiliki dasar ilmiah sekaligus terus berkembang melalui evaluasi dan penyempurnaan. "Kolaborasi ini penting bagi kami. Apa yang selama ini kami kerjakan mendapatkan masukan dan pendekatan dari sisi akademis sehingga ke depan dapat terus dievaluasi dan dikembangkan," katanya. Pengenalan ECOSA 18UU kepada masyarakat juga menjadi langkah awal memperluas gerakan pengelolaan limbah organik berbasis rumah tangga. Bhayangkari berharap inovasi tersebut mampu menginspirasi kelompok perempuan, ibu rumah tangga, hingga komunitas masyarakat untuk memanfaatkan potensi bahan organik yang selama ini belum tergarap. "Produk tidak cukup hanya dibuat dan disimpan. Ia harus diperkenalkan, digunakan, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Karena tujuan akhirnya adalah bagaimana inovasi ini bisa memberi nilai bagi kehidupan sehari-hari," ujar Heny. Ke depan, Bhayangkari Cabang Lombok Utara akan terus mengembangkan ECOSA 18UU melalui kolaborasi dengan berbagai pihak serta memperluas edukasi mengenai Eco Enzyme sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. "Kami tidak ingin ECOSA berhenti sebagai sebuah nama atau produk. Kami ingin ada pengetahuan, kepedulian, dan semangat keberlanjutan yang ikut tumbuh bersama produk ini," tu

Lewat ECOSA 18UU, Bhayangkari KLU Ajak Warga Melihat Nilai Baru dari Limbah Organik

Lombok Utara, (POSTLOMBOK.COM) – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang …

Ketua KAUMY NTB : Ngopi Alumni Hadirkan Kebersamaan Tanpa Jarak

Mataram (POSTLOMBOK.COM) – Kegiatan silaturahim dan reuni bertajuk Ngopi Alumni UMY yang digelar oleh Keluarga Alumni …

Peringati Hari Bumi, InJourney Perkuat Komitmen Keberlanjutan melalui Program InJourney Green bersama ITDC dengan Rehabilitasi Mangrove di KEK Mandalika

The Mandalika, (POSTLOMBOK.COM) – Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *