
Lombok Timur, (POSTLOMBOK.COM) — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar Pasar Rakyat dan Bazar UMKM Makmur Mendunia Center (MMC) NTB di Kantor Camat Pringgabaya, Rabu (11/2/2026), sebagai langkah intervensi menjaga stabilitas harga bahan pokok (bapok) menjelang bulan suci Ramadan.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa langkah ini diambil menyusul tren kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional dalam beberapa hari terakhir akibat meningkatnya permintaan menjelang Ramadan.
“Menjelang puasa, permintaan bahan pokok meningkat. Saya turun langsung ke pasar dan memang ada kecenderungan harga naik. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah perlu hadir melakukan intervensi, salah satunya melalui pasar murah,” tegas Gubernur Miq Iqbal.
Meski terjadi kenaikan harga di beberapa komoditas, Gubernur memastikan ketersediaan stok bahan pokok di NTB dalam kondisi aman. Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kepanikan dan mendorong lonjakan harga lebih tinggi.
“Kami sudah memastikan stok aman dan tersedia. Masyarakat tidak perlu panik atau belanja berlebihan. Pemerintah menjamin pasokan tetap terpenuhi,” ujarnya.
Gubernur juga mengapresiasi Makmur Mendunia Center (MMC) NTB yang berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan pasar rakyat dan bazar UMKM tersebut. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi pelaku UMKM lokal.
Selain intervensi jangka pendek melalui pasar murah, Pemprov NTB juga menyiapkan program penguatan ketahanan pangan desa secara bertahap. Pada tahun ini, hampir 300 paket program akan disalurkan ke 300 desa, dengan jumlah yang sama direncanakan pada tahun kedua. Hingga 2029, sebanyak 1.166 desa dan kelurahan ditargetkan menerima program ketahanan pangan dan Desa Berdaya.
“Kami ingin memastikan penguatan ekonomi tidak hanya bersifat insidentil, tetapi berkelanjutan hingga seluruh desa terjangkau,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lombok Timur telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar pada akhir 2025 untuk bantuan modal gratis kepada sekitar 23 ribu pelaku UMKM.
“Pelaku UMKM yang telah terverifikasi tetap menerima bantuan. Jika ada kendala teknis di salah satu bank, akan kami selesaikan. Tidak ada yang tidak menerima selama sudah terverifikasi,” tegas Bupati H. Iron.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan momentum pasar rakyat dan bazar UMKM sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan. Kegiatan serupa, lanjutnya, akan digelar di Labuhan Haji pada akhir pekan ini.
Pasar Rakyat dan Bazar UMKM MMC NTB di Pringgabaya menjadi bagian dari strategi terpadu pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat UMKM, serta memastikan masyarakat dapat menyambut bulan suci Ramadan dengan tenang dan kebutuhan pokok yang tetap terjangkau.
POSTLOMBOK.COM sepakat dengan berita baik