Ketangga.SK_ Yayasan Speaker Kampung Indonesia menggelar kampanye dan demonstrasi irigasi tetes di Kantor Desa Ketangga, Kecamatan Suwela, Lombok Timur, Sabtu 9 Mei 2026.
Kampanye ini merupakan bagian dari Program Lokadaya yang didanai oleh European Union dan Yayasan Penabulu. Fokus kegiatan adalah mendorong adaptasi teknologi hemat air melalui gerakan jurnalisme warga.
Peserta kampanye berasal dari kelompok perempuan, KKN Universitas Hamzanwadi, Pemerintah Desa Ketangga, Suntalangu, dan Selaparang, Kecamatan Suwela. Mereka mengikuti pemaparan program hingga praktik langsung instalasi irigasi tetes skala pekarangan dan kebun kering.Koordinator Program Kampanye Ekonomi Hijau sekaligus Direktur Yayasan Speaker Kampung, Hajad Guna Roasmadi, mengatakan kampanye ini ditempuh lewat jalur jurnalisme warga.
“Kampanye dilakukan melalui gerakan Jurnalisme Warga. Warga yang bicara, warga yang mempraktikkan, dan warga yang menyebarkan cerita baiknya,” jelas Hajad Guna saat membuka kegiatan.
Ia memaparkan, program diawali dengan rekrutmen jurnalis warga dari tiga desa, launching gerakan Jurnalisme Warga, pelatihan teknis liputan dan penulisan, hingga praktik liputan langsung ke lapangan. Salah satu isu yang diangkat adalah penerapan irigasi tetes di lahan kering dan pekarangan rumah.
“Jurnalis warga perempuan sudah turun ke Dusun Tejong minggu lalu untuk meliput petani yang pakai irigasi tetes. Hari ini kita demonstrasikan lagi agar makin banyak yang tahu dan mau meniru,” tambahnya.
Dalam sesi demonstrasi, peserta diajarkan cara merakit irigasi tetes dari galon bekas, selang infus, dan tandon gravitasi. Teknologi ini diklaim mampu menghemat air hingga 70-80% dan cocok untuk cabai, tomat, serta sayuran di musim kemarau.
POSTLOMBOK.COM sepakat dengan berita baik