Home / Kejadian / Alfamart Peduli, Gelar Aksi Bersih Pantai dan Tanam Pohon di Loang Balok

Alfamart Peduli, Gelar Aksi Bersih Pantai dan Tanam Pohon di Loang Balok

Mataram , (POSTLOMBOK.COM) — Sebagai Wujud Kepedulian Terhadap Lingkungan dan Upaya Kurangi Sampah Plastik di Kota Mataram, Alfamart Cabang Lombok menggelar kegiatan bersih pantai dan penanaman pohon di kawasan wisata Pantai Loang Balok, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan ini melibatkan puluhan karyawan Alfamart, masyarakat sekitar, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra, Camat Sekarbela, dan Lurah setempat.

Kepala Cabang Alfamart Lombok, Daduk Budisusilo, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Alfamart terhadap kebersihan lingkungan, terutama di kawasan wisata yang menjadi wajah Kota Mataram.

“Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk mengurangi volume sampah di wilayah perkotaan, khususnya di kawasan wisata Pantai Loang Balok. Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Daduk.

Lebih lanjut, Daduk menambahkan bahwa kegiatan serupa bukan kali pertama dilakukan oleh Alfamart. Ia menyebut, program ini merupakan agenda tahunan perusahaan yang terus dikembangkan sejalan dengan komitmen Alfamart dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.

Selain membersihkan pantai, kegiatan juga dirangkai dengan penanaman 20 pohon Ketapang Kencana di sepanjang area pantai. Jenis pohon ini dipilih karena mampu menahan abrasi dan memberikan keteduhan di kawasan pesisir. Tidak hanya itu, Alfamart juga membagikan paket telur bergizi kepada anak-anak yang terindikasi stunting sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan generasi muda.

“Alfamart akan terus menjalankan kotribusinya terhadap kelestarian lingkungan mrlalui program inisiatif lainnya yang berkelanjutan,” Tambahnya

Di waktu yang sama, Irwansyah, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Alfamart.

“Kegiatan ini sangat positif dan patut dicontoh. Penanganan sampah dan penghijauan di Kota Mataram adalah tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun pihak swasta. Apa yang dilakukan Alfamart hari ini menunjukkan kolaborasi nyata dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.

Irwansyah juga menyoroti kondisi pengelolaan sampah di Kota Mataram yang saat ini mencapai sekitar 250 ton per hari, namun baru mampu dikelola sekitar 3,3 ton per hari, atau sekitar 1.234 ton per tahun. Dengan adanya partisipasi aktif dari pihak swasta seperti Alfamart, ia optimistis pengelolaan sampah dapat meningkat secara signifikan.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Alfamart karena telah menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton. Upaya seperti ini membantu kami mengurangi beban pengelolaan sampah di kota,” tambahnya.

Sebagai perusahaan ritel modern, Alfamart juga berkomitmen untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai melalui kebijakan “Non-Plastik Bag”, yang telah diterapkan di banyak gerainya. Kebijakan ini mendorong pelanggan membawa tas belanja sendiri guna menekan timbulan sampah plastik yang kian meningkat di perkotaan.

Dengan berbagai langkah nyata tersebut, Alfamart menegaskan komitmennya dalam mendukung program “Mataram Bersih dan Hijau” yang digaungkan pemerintah daerah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain untuk ikut serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar kita,” tutup Daduk.

Kegiatan bersih pantai dan penanaman pohon yang digelar Alfamart ini diakhiri dengan foto bersama seluruh peserta, simbol kebersamaan dalam menjaga bumi agar tetap hijau dan lestari bagi generasi mendatang. (Red)

About Tim Postlombok

Check Also

Komisi III DPRD KLU Turun Tangan Redam Kisruh Tabungan Siswa SDN 1 Sigar Penjalin, Desak Penyelesaian Elegan Tanpa Korbankan Mental Anak

Lombok Utara,PostLombok.Com – Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Utara akhirnya mengambil sikap tegas menyikapi polemik …

Lombok Utara – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang Lombok Utara kini mulai membawa ECOSA 18UU (Ecoenzyme Soap Active) langsung ke tengah masyarakat sebagai bukti bahwa limbah organik yang selama ini dianggap tak bernilai dapat diolah menjadi produk rumah tangga yang bermanfaat. Setelah resmi diluncurkan pada Mei 2026, ECOSA 18UU mulai diperkenalkan kepada masyarakat di lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara melalui rangkaian Program Gowes Kamtibmas Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik sekaligus memperkenalkan produk sabun multifungsi berbahan dasar Eco Enzyme. Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, mengatakan kehadiran ECOSA 18UU bukan sekadar memperkenalkan produk baru, tetapi membangun kesadaran bahwa persoalan lingkungan dapat dimulai dari perubahan kebiasaan di rumah tangga. "Setelah kami luncurkan, sekarang ECOSA 18UU mulai kami perkenalkan secara langsung kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat mengenal bukan hanya produknya, tetapi juga proses dan gagasan lingkungan yang melatarbelakangi lahirnya ECOSA," ujar Heny di Kantor Camat Gangga, Sabtu (11/07/26). ECOSA 18UU merupakan hasil kolaborasi Bhayangkari Cabang Lombok Utara dengan mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram dalam mengembangkan Eco Enzyme menjadi sabun aktif multifungsi yang dapat digunakan untuk mencuci piring maupun pakaian. Bahan utama produk tersebut berasal dari Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri melalui pengolahan limbah organik yang sebelumnya hanya berakhir sebagai sampah. Melalui proses tersebut, bahan yang semula tidak memiliki nilai ekonomi mampu diubah menjadi produk yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. "Selama ini ada bahan-bahan di sekitar kita yang langsung dianggap tidak berguna dan akhirnya dibuang. Padahal, jika diolah dengan pengetahuan dan cara yang tepat, bahan tersebut masih memiliki nilai manfaat," katanya. Menurut Heny, gagasan terbesar di balik ECOSA 18UU adalah mengubah pola pikir masyarakat terhadap limbah organik. Kepedulian terhadap lingkungan, kata dia, tidak harus dimulai dari program besar, tetapi dapat diawali dari langkah sederhana seperti memilah dan mengolah sampah organik di rumah. "Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari rumah, dari apa yang setiap hari ada di sekitar kita," ujarnya. Dalam proses pengembangannya, Bhayangkari menggandeng mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram untuk memberikan pendekatan ilmiah terhadap pemanfaatan Eco Enzyme. Berdasarkan hasil pengamatan dan kajian akademis, Bhayangkari Cabang Lombok Utara dinilai sebagai salah satu organisasi yang aktif dan konsisten mengembangkan Eco Enzyme di Nusa Tenggara Barat. Heny menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kekuatan penting agar inovasi yang lahir dari masyarakat memiliki dasar ilmiah sekaligus terus berkembang melalui evaluasi dan penyempurnaan. "Kolaborasi ini penting bagi kami. Apa yang selama ini kami kerjakan mendapatkan masukan dan pendekatan dari sisi akademis sehingga ke depan dapat terus dievaluasi dan dikembangkan," katanya. Pengenalan ECOSA 18UU kepada masyarakat juga menjadi langkah awal memperluas gerakan pengelolaan limbah organik berbasis rumah tangga. Bhayangkari berharap inovasi tersebut mampu menginspirasi kelompok perempuan, ibu rumah tangga, hingga komunitas masyarakat untuk memanfaatkan potensi bahan organik yang selama ini belum tergarap. "Produk tidak cukup hanya dibuat dan disimpan. Ia harus diperkenalkan, digunakan, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Karena tujuan akhirnya adalah bagaimana inovasi ini bisa memberi nilai bagi kehidupan sehari-hari," ujar Heny. Ke depan, Bhayangkari Cabang Lombok Utara akan terus mengembangkan ECOSA 18UU melalui kolaborasi dengan berbagai pihak serta memperluas edukasi mengenai Eco Enzyme sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. "Kami tidak ingin ECOSA berhenti sebagai sebuah nama atau produk. Kami ingin ada pengetahuan, kepedulian, dan semangat keberlanjutan yang ikut tumbuh bersama produk ini," tu

Lewat ECOSA 18UU, Bhayangkari KLU Ajak Warga Melihat Nilai Baru dari Limbah Organik

Lombok Utara, (POSTLOMBOK.COM) – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang …

Dari Bullying hingga Posyandu Rusak, Aspirasi Warga Jenggala Dibawa Mahasiswa ke Meja Bupati

Lombok Utara, Postlombok.com – Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) yang dijalankan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) …

One comment

  1. сервисный центр hp волгоградский проспект https://servis-hp-moskva.ru/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *