Home / Budaya / Berkah Ramadan Seru, Yang Berkunjung ke Mandalika Dibagi-Bagi Takjil

Berkah Ramadan Seru, Yang Berkunjung ke Mandalika Dibagi-Bagi Takjil

Mandalika, NTB (POSTLOMBOK.COM) – Menyambut bulan suci Ramadan 1446 H, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC kembali menghadirkan nuansa kebersamaan melalui aksi berbagi takjil gratis bagi masyarakat dan wisatawan di kawasan The Mandalika. Kegiatan ini berlangsung pada 11 hingga 15 Maret 2025, berlokasi di beberapa titik strategis, seperti Kuta Beach Park, Bazaar Mandalika, Merese/Tanjung Aan, dan Pertamina Mandalika International Circuit.

PGS. General Manager The Mandalika Wahyu M. Nugroho menyampaikan bahwa pembagian takjil ini merupakan bagian dari program Berkah Ramadhan Seru 2025, yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara ITDC dan masyarakat sekitar. Lebih dari sekadar berbagi makanan, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan momen kebersamaan serta meningkatkan kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah. “Ramadan adalah momen untuk memperkuat kebersamaan dan berbagi kebaikan. Dengan berbagi takjil kepada masyarakat dan pengunjung di The Mandalika, kami ingin menghadirkan kehangatan Ramadan 1446 H,” ujar Wahyu.

Menjelang waktu berbuka puasa, ITDC turun langsung ke berbagai lokasi yang telah ditentukan untuk membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat, termasuk warga sekitar, pedagang, dan wisatawan yang menikmati sore di kawasan wisata The Mandalika. Selain aksi berbagi takjil, ITDC juga menghadirkan berbagai kegiatan sosial lainnya di Berkah Ramadan Seru 2025, seperti Safari Masjid, Santunan Anak Yatim, dan Pembagian Bingkisan Sembako bagi Warga di tujuh desa penyangga The Mandalika.

Bagian dari semarak Ramadan di The Mandalika, cucu perusahaan ITDC, PT Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Nusantara Jaya, juga menggelar kegiatan buka puasa bersama di Pertamina Mandalika International Circuit pada Jumat, (7/3). Acara ini diikuti oleh sekitar 120 warga sekitar, yang mendapatkan pengalaman istimewa berbuka puasa di salah satu sirkuit balap internasional kebanggaan Indonesia. Kegiatan ini diawali dengan tur keliling sirkuit menggunakan Lampaq, dan sesi foto bersama di Tikungan-10, yang semakin mempererat kebersamaan antara masyarakat dan penyelenggara.

Melalui program Berkah Ramadan Seru 2025, ITDC berharap dapat memberikan dampak positif dan memperkuat hubungan harmonis dengan komunitas lokal. “Dengan semangat berbagi dan kebersamaan, ITDC berharap bahwa program ini tidak hanya membawa keberkahan bagi masyarakat tetapi juga semakin mempererat hubungan antara ITDC dan komunitas lokal. Berkah Ramadan Seru 2025 menjadi wujud nyata komitmen ITDC dalam menciptakan lingkungan yang harmonis dan penuh makna di bulan suci ini,” tutup Wahyu.

About Tim Postlombok

Check Also

Terpilih Jadi Ketua DPD Kasta NTB Lombok Tengah, KH. Fikri Bertekad Massiv-kan Kekuatan Melalui Anggota

Lombok Tengah (POSTLOMBOK COM) – Terpilih menjadi Ketua DPD Kasta NTB Lombok Tengah, Khaerul Fikri …

Lombok Utara – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang Lombok Utara kini mulai membawa ECOSA 18UU (Ecoenzyme Soap Active) langsung ke tengah masyarakat sebagai bukti bahwa limbah organik yang selama ini dianggap tak bernilai dapat diolah menjadi produk rumah tangga yang bermanfaat. Setelah resmi diluncurkan pada Mei 2026, ECOSA 18UU mulai diperkenalkan kepada masyarakat di lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara melalui rangkaian Program Gowes Kamtibmas Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik sekaligus memperkenalkan produk sabun multifungsi berbahan dasar Eco Enzyme. Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, mengatakan kehadiran ECOSA 18UU bukan sekadar memperkenalkan produk baru, tetapi membangun kesadaran bahwa persoalan lingkungan dapat dimulai dari perubahan kebiasaan di rumah tangga. "Setelah kami luncurkan, sekarang ECOSA 18UU mulai kami perkenalkan secara langsung kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat mengenal bukan hanya produknya, tetapi juga proses dan gagasan lingkungan yang melatarbelakangi lahirnya ECOSA," ujar Heny di Kantor Camat Gangga, Sabtu (11/07/26). ECOSA 18UU merupakan hasil kolaborasi Bhayangkari Cabang Lombok Utara dengan mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram dalam mengembangkan Eco Enzyme menjadi sabun aktif multifungsi yang dapat digunakan untuk mencuci piring maupun pakaian. Bahan utama produk tersebut berasal dari Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri melalui pengolahan limbah organik yang sebelumnya hanya berakhir sebagai sampah. Melalui proses tersebut, bahan yang semula tidak memiliki nilai ekonomi mampu diubah menjadi produk yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. "Selama ini ada bahan-bahan di sekitar kita yang langsung dianggap tidak berguna dan akhirnya dibuang. Padahal, jika diolah dengan pengetahuan dan cara yang tepat, bahan tersebut masih memiliki nilai manfaat," katanya. Menurut Heny, gagasan terbesar di balik ECOSA 18UU adalah mengubah pola pikir masyarakat terhadap limbah organik. Kepedulian terhadap lingkungan, kata dia, tidak harus dimulai dari program besar, tetapi dapat diawali dari langkah sederhana seperti memilah dan mengolah sampah organik di rumah. "Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari rumah, dari apa yang setiap hari ada di sekitar kita," ujarnya. Dalam proses pengembangannya, Bhayangkari menggandeng mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram untuk memberikan pendekatan ilmiah terhadap pemanfaatan Eco Enzyme. Berdasarkan hasil pengamatan dan kajian akademis, Bhayangkari Cabang Lombok Utara dinilai sebagai salah satu organisasi yang aktif dan konsisten mengembangkan Eco Enzyme di Nusa Tenggara Barat. Heny menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kekuatan penting agar inovasi yang lahir dari masyarakat memiliki dasar ilmiah sekaligus terus berkembang melalui evaluasi dan penyempurnaan. "Kolaborasi ini penting bagi kami. Apa yang selama ini kami kerjakan mendapatkan masukan dan pendekatan dari sisi akademis sehingga ke depan dapat terus dievaluasi dan dikembangkan," katanya. Pengenalan ECOSA 18UU kepada masyarakat juga menjadi langkah awal memperluas gerakan pengelolaan limbah organik berbasis rumah tangga. Bhayangkari berharap inovasi tersebut mampu menginspirasi kelompok perempuan, ibu rumah tangga, hingga komunitas masyarakat untuk memanfaatkan potensi bahan organik yang selama ini belum tergarap. "Produk tidak cukup hanya dibuat dan disimpan. Ia harus diperkenalkan, digunakan, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Karena tujuan akhirnya adalah bagaimana inovasi ini bisa memberi nilai bagi kehidupan sehari-hari," ujar Heny. Ke depan, Bhayangkari Cabang Lombok Utara akan terus mengembangkan ECOSA 18UU melalui kolaborasi dengan berbagai pihak serta memperluas edukasi mengenai Eco Enzyme sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. "Kami tidak ingin ECOSA berhenti sebagai sebuah nama atau produk. Kami ingin ada pengetahuan, kepedulian, dan semangat keberlanjutan yang ikut tumbuh bersama produk ini," tu

Lewat ECOSA 18UU, Bhayangkari KLU Ajak Warga Melihat Nilai Baru dari Limbah Organik

Lombok Utara, (POSTLOMBOK.COM) – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang …

Keberlanjutan Program Satu Telur Sehari, Alfamart Perluas Jangkauan ke Lombok Tengah 

Lombok Tengah  (POSTLOMBOK.COM) — Di tengah upaya nasional menekan prevalensi stunting, Alfamart terus mengambil peran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *