Home / Kejadian / SDN 6 Mataram Juara Festival Seni Pelajar se- NTB

SDN 6 Mataram Juara Festival Seni Pelajar se- NTB

Mataram (POSTLOMBOK.COM) – Festival Seni Pelajar se Nusa Tenggara Barat mulai tgl 30 Oktober hingga 1 Nopember tadi malam merupakan sesi yang ditunggu-tunggu karena sebagi penentuan pemenang dari 5 Finalis yang sudah tampil 2 hari sebelumnya.

Riuh dan sorak Sorai suara ratusan penonton yang kebanyakan muda mudi atau Pelajar dan Pemuda memenuhi area panggung terbuka di Taman Budaya Provinsi NTB dengan kekuatan 6 Juri pilihan untuk menentukan pemenang Festival Seni Pelajar tahun ini.

Alhamdulillah melalui proses yang cukup panjang akkhirnya terpilihlah pemenang sbb:
Juara 1 : SDN 6 Mataram
Juara 2 : SMPN 1 Keruak
Juara 3 : SDN 11 Taliwang
Juara favorite : SMPN 15 Mataram, Para juara mendapatkan piagam penghargaan dan dana pembinaan yang diserahkan langsung oleh kepala UPT Taman Budaya Provinsi NTB

Festival Seni Pelajar se- NTB yang berguna menjaring Kualitas SDM dan Kualitas Karya Pelajar Nusa Tenggara Barat untuk mendukung mewujudkan NTB Makmur Mendunia melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan pelaksana pada UPT Taman Budaya NTB.

Penyelenggaraan tersebut sudah berlangsung sejak Kamis malam tgl 30 Oktober yang berlokasi di area panggung terbuka Taman Budaya Provinsi NTB, sejak 2 hari yang lalu terlihat talenta-talenta muda tampil memukau dihadapan ratusan penontonnya dan para dewan juri.

Kepala Taman Budaya Provinsi NTB Lalu Suryadi Mulawarman S.Sn MM mengatakan, Festival Seni Pelajar merupakan ajang momentum menampilkan kualitas karya seniman-seniman muda para pelajar baik itu kualitas SDM dan Kualitas karyanya agar bisa terus mengasah keterampilannya dibidang Seni dan budaya

“Sesuai arahan Nasional di Manajemen Talenta Nusantara bagaimana kita sekarang harus bisa meningkatkan Kualitas SDM dan Kualitas Karya, Festival ini untuk menjaring bakat-bakat terpendam talenta muda kita di NTB agar nantinya dapat berkompetisi baik ditingkat Nasional maupun Internasional” ungkap Kepala Taman Budaya saat ditemui media disela-sela festival tersebut.

Lebih lanjut, Lalu Surya juga mengatakan untuk mendukung visi misi Gubernur menuju NTB Makmur Mendunia tentu melalui kegiatan ini peningkatan SDM para pelajar tidak hanya berbentuk akademik saja, akan tetapi melalui bakat dan talenta mereka dan kita dari pemerintah terus mendukung dan bergerak maju untuk bisa membuktikan itu semua karena Aset NTB ini kaya.

“Alhamdulillah atas dukungan dan arahan Bapak Gubernur, seperti beberapa waktu yang lalu ratusan anak-anak kita bisa tampil di Istana Merdeka pada HUT RI yang baru lalu. Ke depan kita akan terus berinovasi dan mengembangkan bakatnya para Pelajar dan Pemuda se- NTB” sambungnya.

Festival Seni Pelajar diikuti sekitar 18 Sekolah se Provinsi Nusa Tenggara Barat, diharapkan nantinya dapat terus bertambah serta dengan dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah daerah di masing-masing sekolah agar Nantinya Pemuda dan Pelajar NTB bisa terus mengembangkan bakatnya menuju Indonesia Emas 2045… aamiin.

About Tim Postlombok

Check Also

Komisi III DPRD KLU Turun Tangan Redam Kisruh Tabungan Siswa SDN 1 Sigar Penjalin, Desak Penyelesaian Elegan Tanpa Korbankan Mental Anak

Lombok Utara,PostLombok.Com – Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Utara akhirnya mengambil sikap tegas menyikapi polemik …

Lombok Utara – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang Lombok Utara kini mulai membawa ECOSA 18UU (Ecoenzyme Soap Active) langsung ke tengah masyarakat sebagai bukti bahwa limbah organik yang selama ini dianggap tak bernilai dapat diolah menjadi produk rumah tangga yang bermanfaat. Setelah resmi diluncurkan pada Mei 2026, ECOSA 18UU mulai diperkenalkan kepada masyarakat di lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara melalui rangkaian Program Gowes Kamtibmas Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik sekaligus memperkenalkan produk sabun multifungsi berbahan dasar Eco Enzyme. Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, mengatakan kehadiran ECOSA 18UU bukan sekadar memperkenalkan produk baru, tetapi membangun kesadaran bahwa persoalan lingkungan dapat dimulai dari perubahan kebiasaan di rumah tangga. "Setelah kami luncurkan, sekarang ECOSA 18UU mulai kami perkenalkan secara langsung kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat mengenal bukan hanya produknya, tetapi juga proses dan gagasan lingkungan yang melatarbelakangi lahirnya ECOSA," ujar Heny di Kantor Camat Gangga, Sabtu (11/07/26). ECOSA 18UU merupakan hasil kolaborasi Bhayangkari Cabang Lombok Utara dengan mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram dalam mengembangkan Eco Enzyme menjadi sabun aktif multifungsi yang dapat digunakan untuk mencuci piring maupun pakaian. Bahan utama produk tersebut berasal dari Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri melalui pengolahan limbah organik yang sebelumnya hanya berakhir sebagai sampah. Melalui proses tersebut, bahan yang semula tidak memiliki nilai ekonomi mampu diubah menjadi produk yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. "Selama ini ada bahan-bahan di sekitar kita yang langsung dianggap tidak berguna dan akhirnya dibuang. Padahal, jika diolah dengan pengetahuan dan cara yang tepat, bahan tersebut masih memiliki nilai manfaat," katanya. Menurut Heny, gagasan terbesar di balik ECOSA 18UU adalah mengubah pola pikir masyarakat terhadap limbah organik. Kepedulian terhadap lingkungan, kata dia, tidak harus dimulai dari program besar, tetapi dapat diawali dari langkah sederhana seperti memilah dan mengolah sampah organik di rumah. "Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari rumah, dari apa yang setiap hari ada di sekitar kita," ujarnya. Dalam proses pengembangannya, Bhayangkari menggandeng mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram untuk memberikan pendekatan ilmiah terhadap pemanfaatan Eco Enzyme. Berdasarkan hasil pengamatan dan kajian akademis, Bhayangkari Cabang Lombok Utara dinilai sebagai salah satu organisasi yang aktif dan konsisten mengembangkan Eco Enzyme di Nusa Tenggara Barat. Heny menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kekuatan penting agar inovasi yang lahir dari masyarakat memiliki dasar ilmiah sekaligus terus berkembang melalui evaluasi dan penyempurnaan. "Kolaborasi ini penting bagi kami. Apa yang selama ini kami kerjakan mendapatkan masukan dan pendekatan dari sisi akademis sehingga ke depan dapat terus dievaluasi dan dikembangkan," katanya. Pengenalan ECOSA 18UU kepada masyarakat juga menjadi langkah awal memperluas gerakan pengelolaan limbah organik berbasis rumah tangga. Bhayangkari berharap inovasi tersebut mampu menginspirasi kelompok perempuan, ibu rumah tangga, hingga komunitas masyarakat untuk memanfaatkan potensi bahan organik yang selama ini belum tergarap. "Produk tidak cukup hanya dibuat dan disimpan. Ia harus diperkenalkan, digunakan, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Karena tujuan akhirnya adalah bagaimana inovasi ini bisa memberi nilai bagi kehidupan sehari-hari," ujar Heny. Ke depan, Bhayangkari Cabang Lombok Utara akan terus mengembangkan ECOSA 18UU melalui kolaborasi dengan berbagai pihak serta memperluas edukasi mengenai Eco Enzyme sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. "Kami tidak ingin ECOSA berhenti sebagai sebuah nama atau produk. Kami ingin ada pengetahuan, kepedulian, dan semangat keberlanjutan yang ikut tumbuh bersama produk ini," tu

Lewat ECOSA 18UU, Bhayangkari KLU Ajak Warga Melihat Nilai Baru dari Limbah Organik

Lombok Utara, (POSTLOMBOK.COM) – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang …

Dari Bullying hingga Posyandu Rusak, Aspirasi Warga Jenggala Dibawa Mahasiswa ke Meja Bupati

Lombok Utara, Postlombok.com – Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) yang dijalankan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *