Home / Kejadian / Virall! Warga NTB Tak Susah Lagi Mikirin Sayur Saat Boss Ini Datangi Mereka

Virall! Warga NTB Tak Susah Lagi Mikirin Sayur Saat Boss Ini Datangi Mereka

 

Lombok Tengah (POSTLOMBOK.COM) – Warga di NTB yang didatangi oleh boss ini, bisa jadi tidak akan susah lagi soal mikirin sayur untuk lengkapi lauk yang akan dimasak di dapur.

Kedatangan Boss yang satu ini, selalu dinantikan warga setiap pagi. Bahkan kompor tak mau dinyalakan dulu sebelum suara kendaraan roda tiga yang biasa digunakan sang boss, terdengar meraung membelah sela-sela rumah warga.

“Warga di sini sudah hafal suara motor roda tiga itu. Kalau udah terdengar suara maka warga lain banyak teriak, Boss Sayur datang,” cerita Inaq Fitri 43 tahun, salah seorang warga yang sudah mendapatkan sayur segar dari sang boss sayur.

Warga lainya, Inaq Hilman 36 tahun warga Kampung Apit Bagik Dopol Praya, setelah ada boss sayur, seakan dirinya kini sudah tak lagi mikirin soal sayur. Sayur-sayur yang diberikan kepada dirinya dan warga lain secara gratis itu telah mencukupi kebutuhan sayur keluarga sehari.

Ragam sayur, mulai dari kangkung, pakis, sawi, kol hingga brokoli dibagikan oleh sang boss sayur itu. Selain sayuran, selalu dilengkapi dengan telur atau tempe dan ikan -ikanan. Walau tidak setiap hari, namun pembagian sayur tersebut bagi Inaq Hilman sangat membantu dan selalu membawa kebahagiaan disetiap hari warga.

Sang Boss Sayur Lombok yang dimaksud warga itu ternyata adalah aktivis sosial yang akrab dipanggil warga Amaq Ohan. Amaq Ohan bernama asli Johan Adi ini adalah Ketua Tulus Angen Comunity (TAC), sebuah lembaga sosial yang telah banyak berbuat untuk masyarakat.

Salah satu kegiatanya yang virall adalah membagi-bagikan sayur dan lauk pauk secara gratis kepada masyarakat yang ada di NTB khususnya di Lombok Tengah, hampir setiap hari secara gratis.

“Kami menyalurkan hajat dari kawan-kawan anggota di TAC dan beberapa dermawan yang mempercayakan sedekahnya untuk kami salurkan,” ucap Amaq Ohan, Jumat 17 Oktober 2025 dihubungi via phone oleh wartawan.

Saat ini, bagi-bagi sayur gratis itu dilakukan sewaktu-waktu saat dana dari kawan-kawan TAC dan dermawan terkumpul. Barulah pihaknya melakukan pengadaan sayur dengan membelinya ke pedagang sayur di pasar renteng selain dengan membeli sayur langsung ke petani.

“Ya saat kita beli sayur yang akan kita bagikan gratis inipun kita lakukan dengan rasa sosial yang tinggi. Misalnya kalau diwari 30 ribu rupiah, kita bayar 50 ribu,” tutur Amaq Ohan.

Yang pasti imbuh Amaq Ohan, semua proses diusahakan sebisa mungkin bernilai sedekah.

Pembagian sayur gratis tersebut, tak hanya dikakukan di Lombok Tengah saja, namun juga dilakukan hingga ke kabupaten lain. Terbaru ke Lombok Barat di Babakan, Kediri dan wilayah lainya.

Umumnya, kegiatan tersebut dilakukan setiap hari jumat, namun bila ada rejeki lebih maka dilakukan juga pada hari – hari selain hari jumat.

“Di hari kita akan membagikan sayuran, kita semua bangun pagi-pagi subuh lalu ke pasar untuk beli sayurnya. Lalu dibagi ke beberapa kampung yang terjangkau di hari itu,” ungkap Amaq Ohan.

Saat pembagian, tidak ada kriteria khusus bagi warga yang akan mengambil sayur gratis tersebut. Semua warga boleh mengambil sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan.

“Semua boleh ngambil mau miskin atau kaya, asal masing-masing mengambil 2 jenis sayur sesuai jumlah yang ditentukan, baru nanti ditambahkan tahu atau tempe, telur atau ikan dan lainya kalau tersedia,” paparnya.

Bagi siapa saja dermawan yang ingin turut bergabung dalam aksi sosial virall bagi-bagi sayur ini, dipersilahkan menghubungi Amaq Ohan.

About Tim Postlombok

Check Also

Komisi III DPRD KLU Turun Tangan Redam Kisruh Tabungan Siswa SDN 1 Sigar Penjalin, Desak Penyelesaian Elegan Tanpa Korbankan Mental Anak

Lombok Utara,PostLombok.Com – Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Utara akhirnya mengambil sikap tegas menyikapi polemik …

Lombok Utara – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang Lombok Utara kini mulai membawa ECOSA 18UU (Ecoenzyme Soap Active) langsung ke tengah masyarakat sebagai bukti bahwa limbah organik yang selama ini dianggap tak bernilai dapat diolah menjadi produk rumah tangga yang bermanfaat. Setelah resmi diluncurkan pada Mei 2026, ECOSA 18UU mulai diperkenalkan kepada masyarakat di lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara melalui rangkaian Program Gowes Kamtibmas Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik sekaligus memperkenalkan produk sabun multifungsi berbahan dasar Eco Enzyme. Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, mengatakan kehadiran ECOSA 18UU bukan sekadar memperkenalkan produk baru, tetapi membangun kesadaran bahwa persoalan lingkungan dapat dimulai dari perubahan kebiasaan di rumah tangga. "Setelah kami luncurkan, sekarang ECOSA 18UU mulai kami perkenalkan secara langsung kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat mengenal bukan hanya produknya, tetapi juga proses dan gagasan lingkungan yang melatarbelakangi lahirnya ECOSA," ujar Heny di Kantor Camat Gangga, Sabtu (11/07/26). ECOSA 18UU merupakan hasil kolaborasi Bhayangkari Cabang Lombok Utara dengan mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram dalam mengembangkan Eco Enzyme menjadi sabun aktif multifungsi yang dapat digunakan untuk mencuci piring maupun pakaian. Bahan utama produk tersebut berasal dari Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri melalui pengolahan limbah organik yang sebelumnya hanya berakhir sebagai sampah. Melalui proses tersebut, bahan yang semula tidak memiliki nilai ekonomi mampu diubah menjadi produk yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. "Selama ini ada bahan-bahan di sekitar kita yang langsung dianggap tidak berguna dan akhirnya dibuang. Padahal, jika diolah dengan pengetahuan dan cara yang tepat, bahan tersebut masih memiliki nilai manfaat," katanya. Menurut Heny, gagasan terbesar di balik ECOSA 18UU adalah mengubah pola pikir masyarakat terhadap limbah organik. Kepedulian terhadap lingkungan, kata dia, tidak harus dimulai dari program besar, tetapi dapat diawali dari langkah sederhana seperti memilah dan mengolah sampah organik di rumah. "Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari rumah, dari apa yang setiap hari ada di sekitar kita," ujarnya. Dalam proses pengembangannya, Bhayangkari menggandeng mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram untuk memberikan pendekatan ilmiah terhadap pemanfaatan Eco Enzyme. Berdasarkan hasil pengamatan dan kajian akademis, Bhayangkari Cabang Lombok Utara dinilai sebagai salah satu organisasi yang aktif dan konsisten mengembangkan Eco Enzyme di Nusa Tenggara Barat. Heny menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kekuatan penting agar inovasi yang lahir dari masyarakat memiliki dasar ilmiah sekaligus terus berkembang melalui evaluasi dan penyempurnaan. "Kolaborasi ini penting bagi kami. Apa yang selama ini kami kerjakan mendapatkan masukan dan pendekatan dari sisi akademis sehingga ke depan dapat terus dievaluasi dan dikembangkan," katanya. Pengenalan ECOSA 18UU kepada masyarakat juga menjadi langkah awal memperluas gerakan pengelolaan limbah organik berbasis rumah tangga. Bhayangkari berharap inovasi tersebut mampu menginspirasi kelompok perempuan, ibu rumah tangga, hingga komunitas masyarakat untuk memanfaatkan potensi bahan organik yang selama ini belum tergarap. "Produk tidak cukup hanya dibuat dan disimpan. Ia harus diperkenalkan, digunakan, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Karena tujuan akhirnya adalah bagaimana inovasi ini bisa memberi nilai bagi kehidupan sehari-hari," ujar Heny. Ke depan, Bhayangkari Cabang Lombok Utara akan terus mengembangkan ECOSA 18UU melalui kolaborasi dengan berbagai pihak serta memperluas edukasi mengenai Eco Enzyme sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. "Kami tidak ingin ECOSA berhenti sebagai sebuah nama atau produk. Kami ingin ada pengetahuan, kepedulian, dan semangat keberlanjutan yang ikut tumbuh bersama produk ini," tu

Lewat ECOSA 18UU, Bhayangkari KLU Ajak Warga Melihat Nilai Baru dari Limbah Organik

Lombok Utara, (POSTLOMBOK.COM) – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang …

Dari Bullying hingga Posyandu Rusak, Aspirasi Warga Jenggala Dibawa Mahasiswa ke Meja Bupati

Lombok Utara, Postlombok.com – Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) yang dijalankan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *