Home / Apresiasi / Apresiasi Dr.HM.Nursiah Temui Nakes Yang Unjuk Rasa, Deklarasi NTB : ” Kami Apresiasi Juga Nakes Perjuangkan Haknya, Tapi Pemkab Beri Status PPPK PW Juga Luar Biasa”

Apresiasi Dr.HM.Nursiah Temui Nakes Yang Unjuk Rasa, Deklarasi NTB : ” Kami Apresiasi Juga Nakes Perjuangkan Haknya, Tapi Pemkab Beri Status PPPK PW Juga Luar Biasa”

Agus Sukandi

Lombok Tengah (POSTLOMBOK.COM) – LSM Deklarasi NTB apresiasi sikap Wakil Bupati (Wabup) Lombok Tengah (Loteng), Dr.HM.Nursiah S.Sos.M.Si dalam menerima aksi unjuk rasa damai, yang digelar Nakes PPPK Paruh Waktu (PW) di Depan Penodpo Bupati beberapa waktu lalu.

Disisi lain, Deklarasi NTB juga apreasi para kawan Nakes yang telah memperjuangkan hak-haknya untuk terus meningkatkan kesejateraanya. Akan tetapi, perlu diingat juga, kalau perjuangan Pemkab Loteng agar para Nakes mendapatkan status PPPK PW dengan SK Kementerian tersebut, juga sangat luar biasa yang juga harus diapresiasi.

“Kami apresiasi sikap wakil bupati yang menerima dengan hati nurani yang terbuka para nakes yang unjuk rasa. Kami juga apresiasi kawan nakes yang perjuangkan haknya, tetapi yang luar biasa yg juga harus diingat, perjuangan Pemkab sehingga para nakes bisa dapat SK Kementerian jadi PPPK PW, ini juga luar biasa,” ujar Ketua LSM Deklarasi NTB, Agus Sukandi, Senin 20 April 2026 di Praya.

Agus Sukandi mengatakan, status PPPK PW tersebut telah membuka jalan menuju peluang yang lebih baik untuk meningkatkan status menjadi PPPK Penuh waktu. Karena bukan tidak mungkin, kedepan dengan berkurangnya jumlah pegawai, baik yang pensiun dan lainya, akan membuat pemrintah membuat aturan baru yang memungkinkan PPPK Paruh Waktu menjadi Penuh Waku.

Selain itu, diketahui bersama kalau sumber penghasilan Nakes itu saat ini tidak hanya bersumber dari gaji pokok yang hanya Rp. 200 ribu seperti yang disuarakan. Namun ada juga sumber penghasilan lain seperti Uang Jasa Pelayanan (Jaspel) yang jumlahnya tidak sedikit sesuai dengan jam kerja yang telah ditentukan.

Apalagi kalau di puskesmas yang saat ini telah menjadi BLUD yang diberikan keleluasaan dalam mengelola keuangannya untuk terus memberikan pelayanan terbaik sehingga akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar, maka nakes juga bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari hal tersebut.

“Jadi kita harus jujur, berapa penghasilan kita sesungguhnya, apa hanya 200 ribu atau malah hingga 2 jutaan?” imbuh Agus Sukandi.

Dengan tidak bermaksud menyalahkan penyampaian aspirasi para nakes, Agus Sukandi sayangkan adanya aksi tersebut, karena sebagai bagian dari pemerintah, para nakes bisa menyampaikan aspirasi secara berjenjang sesuai struktur organisasi perangkat daerah yang ada.

Ia mencontohkan, kalau nakes yang ditempatkan di Puskesmas mestinya aspirasi bisa disampaikan ke Kepala Puskesmas (Kapus) dan nanti Kapus menyampaikan ke Kepala Dinas Kesehatan dan seterusnya secara berjenjang.

“Segingga suasana nayaman dan nyaman dalam lingkungan kerja bisa terjaga yang nentu akan berdampak kepada pelayanan terbaik, sehingga apresiasi berupa reward peningkatan kesejahteraan akan terus diperjuangkan,” jelas Agus Sukandi.

Sebagai bagian dari masyarakat Lombok Tengah serta mewakili suara masyarakat, LSM Deklarasi NTB berharap agar kawan-kawan nakes PPPK Paruh Waktu urungkan niatnya untuk melakukan aksi mogok kerja.

Karena bisa dibayangkan, bila ribuan Nakes PPPK Paruh Waktu mogok, maka pelayanan maksimal yang selama ini telah dirasakan oleh masyarakat diyakini akan menurun dan berdampak langsung pada menurunya angka tingkan kesejatan masyarakat.

“Kami percaya dan yakin, kawan-kawan nakes masih memegang teguh sumpah janji profesionalismenya dengan terus memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk masyarakat secara ihklas,” pungkas Agus Sukandi.

About Tim Postlombok

Check Also

GMPRI Dukung Ketegasan BKSDA NTB Evaluasi dan Cabut Izin Pengelola TWA Prabu

Lombok Tengah (POSTLOMBOK.COM) — Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia menyatakan dukungan terhadap langkah tegas …

Sulap Cup Pop Ice Jadi Kebun, Warga Selaparang Ajak Tetangga Kampanye Ekonomi Hijau

Suwela, Lombok Timur (POSTLOMBOK.COM – Kreatif! Ibu Alhaidari Sapari, warga Desa Selaparang, Kecamatan Suwela, Lombok …

Speaker Kampung dukungan Uni Eropa Latih Perempuan Jadi Jurnalis

Sembalun, Lombok Timur – (POSTLOMBOK.COM) – Suara tawa dan diskusi para ibu memecah sejuknya udara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *