
Lombok Timur (POSTLOMBOK.COM) – Sejuknya udara di lereng selatan Taman Nasional Gunung Rinjani menyambut kedatangan kelompok KKN Desa Jenggik Utara berjumlah 10 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mataram dalam misi kemanusiaan bertajuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu 2026. Mengusung konsep Interprofessional Collaboration (IPC), para mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu kesehatan ini berfokus Desa Jenggik Utara, Kecamatan Montong Gading, untuk menghadirkan perubahan nyata bagi kesehatan masyarakat setempat.
Bukan tanpa alasan desa ini dipilih sebagai lokasi pengabdian. Berdasarkan data Agustus 2025, tercatat ada 76 kasus stunting yang masih menghantui anak-anak di Jenggik Utara. Angka tersebut menjadi alarm bagi tim KKN untuk segera menyusun langkah taktis guna menekan angka stunting melalui pendekatan yang lebih segar dan edukatif.
Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 25 April 2026 ini dimulai dengan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang melibatkan perangkat desa dan tokoh masyarakat. Di sini, aspirasi warga diserap dan dikombinasikan dengan program prioritas mahasiswa. Salah satu yang mencuri perhatian adalah inovasi menu sehat bernama Bakso ATEKE, singkatan dari Ayam, Tempe, dan Kelor.

Melalui demonstrasi teknologi tepat guna, para kader kesehatan, ibu hamil dan ibu balita diajarkan meracik pangan lokal yang melimpah di desa menjadi kudapan bergizi tinggi. Kelor yang tumbuh subur di pekarangan warga kini tak lagi sekadar sayur bening, melainkan bertransformasi menjadi bakso lezat yang disukai anak-anak untuk mencegah stunting. Antusiasme warga terlihat jelas saat sesi tanya jawab dan praktik langsung pembuatan menu tersebut.

Tak hanya fokus pada balita, para lansia di Dusun Tenggareng dan Lingkok Telu juga mendapatkan perhatian khusus yang bekerjasama dengan kegiatan Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Montong Betok Tersebut. Tim KKN menggelar pemeriksaan kolesterol dan gula darah gratis, serta edukasi deteksi dini penyakit KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi). Bahkan, para mahasiswa memperkenalkan teknik akupresur sebagai solusi non-farmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah bagi penderita hipertensi.

Di sisi lain, para remaja putri di Dusun Lendang Jaran tak luput dari sasaran program kesehatan. Mengingat pentingnya pencegahan anemia sejak dini, dilakukan pengecekan kadar hemoglobin (Hb) massal yang dilanjutkan dengan gerakan minum tablet tambah darah (TTD) Bersama secara gratis. Program ini krusial untuk memastikan kesehatan reproduksi remaja sebagai calon ibu di masa depan.

Edukasi preventif juga merambah ke institusi pendidikan formal. Di Madrasah Arrofiyah, tim KKN berdiskusi hangat dengan 43 siswa-siswi mengenai bahaya pernikahan dini. Sementara itu, keceriaan pecah di PAUD Al-Muqsithin saat anak-anak diajarkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui peragaan cara mencuci tangan yang benar dengan metode yang menyenangkan.

Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah keikutsertaan mahasiswa dalam pameran program kerja unggulan di tingkat kecamatan. Jenggik Utara tampil beda dengan memamerkan produk inovatif “Kroket Ubi Ungu”. Produk ini merupakan wujud nyata pemanfaatan pangan lokal yang kaya gizi namun memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan kreatif. Serta yang terpenting adalah merupakan produk unggulan untuk memerangi stunting.

Meski dalam waktu program KKN yang cukup singkat, mahasiswa-mahasiswi Poltekkes Kemenkes Mataram khususnya kelompok yang ditugaskan di Kecamatan Montong Gading ini berhasil melakukan kolaborasi lintas sektoral dalam kegiatan Bakti Sosial sekalogus menutup kegiatan KKN ini yang dilakukan pada Jumat, 23 April 2026. Rangkaian kegiatannya adalah Senam Bersama yang mengikutsertakan seluruh masyarakat kecamatan montong gading yang difasilitasi oleh Kecamatan Montong Gading, dilanjutkan dengan Cek Kesehatan Gratis yang bekerjasama dengan Puskesmas Montong Betok serta Donor Darah bekerjasama dengan Rumah Sakit Soedjono Selong. Baik mahasiswa dan warga lokal antusias mengikuti kegiatan yang sangat bermanfaat bagi Kesehatan.

Selama dua minggu mengabdi, respons positif dari warga menjadi bahan bakar utama bagi mahasiswa. Kepala Desa Jenggik Utara, Bapak Saperin, pun memberikan apresiasi atas dedikasi para calon tenaga kesehatan ini dalam merangkul masyarakat. Kehadiran mereka tak hanya membawa ilmu, tetapi juga semangat kolaborasi lintas profesi yang harmonis di tengah warga.

Kini, setelah tugas lapangan usai, harapan besar tersampir pada kesinambungan program yang telah dirintis. KKN Terpadu 2026 mungkin telah berakhir, namun jejak literasi kesehatan dan inovasi pangan lokal di Desa Jenggik Utara diharapkan terus bersemi, mewujudkan masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan bebas stunting.
POSTLOMBOK.COM sepakat dengan berita baik