Home / Kejadian / Penge-Sub Proyek Drainase Ini Lelah Ditagih Tukang, Bos Proyek Diduga Tak Kunjung Membayar

Penge-Sub Proyek Drainase Ini Lelah Ditagih Tukang, Bos Proyek Diduga Tak Kunjung Membayar

Lombok Tengah ( POSTLOMBOK.COM) – Seorang penge-Sub pada Proyek Pembangunan Sistem Drainase milik Provinsi NTB, mengaku lelah ditagih oleh tukang, sementara bos proyek tersebut diduga tak kunjung membayar.

Padahal bagian proyek yang menjadi tugasnya telah selesai dikerjakan pasa Bulan Januari 2026 lalu. Namun, pembayaran atas kerja keras yang telah dilakukanya bersama sekitar 12 orang tukang, hingga saat ini belum lunas dibayarkan.

“Saya ini nge-sub bahan material dan kebetulan tukang yang kerjakan dari saya, makanya sekarang yang ditagih saya terus saat mereka belum dibayar,” ungkap Mahrip selaku penge-sub pada Proyek Sistem Drainase tersebut, Selasa 7 April 2026 kepada wartawan.

Dirinya lanjut Mahrip telah bersepakat dengan bos proyek tersebut untuk mengerjakan drainase sepanjang 250 meter atau sebanyak 120 kubik dengan bayaran per kubikasi disepakati Rp. 500.000.

Pihaknya-pun lanjut Mahrip, mulai mengerjakan proyek yang berlokasi di Desa Selebung Janapria Lombok Tengah tersebut sejak bulan Nopember 2025 dan selsai pada Bulan Januari 2026. Dan semua dikerjakan sesuai gambar yang telah diberikan.

“Pasir, semen dan juga batu kosong itu dari saya semua. Termasuk bayar tukang dari saya juga. Pernah pihak konsultan ukur katanya kurang, padahal kalau hitunganya tukang cukup, tetapi walau begitu tukang langi nambah kerja di lokasi lain agar tidak dinyatakan volume kerjaan kurang,” tutur Mahrip.

Dari total Rp. 60.500.000 nila sub yang diterima, dirinya imbuh Mahrip pernah diberikan Rp. 28.000.000 dan sisanya hingga saat ini belum juga diberikan oleh pihak kontraktor.

“Saya mohon agar bos proyek bisa segera diberikan sisanya, mungkin itu tidak seberapa, tetapi bagi kami dan para tukang itu sangat berharga untuk anak sekolah dan hidupi keluarga. Katanya sih uangnya belum keluar, apa benar begitu?” ucapnya.

Mahrip tegaskan, dirinya akan mempertanyakan hal tersebut ke pihak dinas PUPR Provinsi NTB  selaku leading sektor proyek, bila pihaknya tidak juga segera dibayar oleh pihak bos kontraktor.

Sementara itu, pihak kontraktor yang bernama Lalu Kusuma Wijaya saat dikonfirmasi via WA-nya membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa yang belum pihaknya bayar kepada penge-sub senilai Rp. 32.000.000,  karena nilai Sub-nya Rp. 55.000.000.

*Yang benar itu nilai sub-nya Rp.  55 juta. Yang sudah saya bayar Rp. 32j juta, saya yang berutang Rp.  23 juta. Ini murni urusan saya dengan pak Mahrip erkait hutang piutang,” kata Lalu Kusuma Wijaya.

Saat ini pihaknya ungkap Miq Kusz sapaan akrab kontraktor ini, sedang diusahakan untuk menyelesaikan piutang tersebut.

“Saya sampai jual motor anak saya, tapi tempat saya jual motor, belum dibayar, saya dijanjikan tanggal 25 April,” imbuh Miq Kus.

Ditanya wartawan, apakah dana proyek tersebut belum cair dari Dinas PUPR Provinsi NTB? Miq Kus  mengatakan sudah cair, tetapi Mahrip  selaku pengesub aebelumnya pernah menunda menerima uang.

“Dulu pernah saya mau berikan, tapi Pak Mahrip menunda untuk menerima, jadi uangnya saya pakai untuk beban yamg lain dulu. Saya juga sangat terbebani degan persoalan hutang, karena wajib hukumnya harus saya bayar. Tapi beginilah kerja proyek, saat rugi semua yang kita miliki jadi ludes,” lirih Miq Kus.

About Tim Postlombok

Check Also

Lombok Utara – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang Lombok Utara kini mulai membawa ECOSA 18UU (Ecoenzyme Soap Active) langsung ke tengah masyarakat sebagai bukti bahwa limbah organik yang selama ini dianggap tak bernilai dapat diolah menjadi produk rumah tangga yang bermanfaat. Setelah resmi diluncurkan pada Mei 2026, ECOSA 18UU mulai diperkenalkan kepada masyarakat di lima kecamatan di Kabupaten Lombok Utara melalui rangkaian Program Gowes Kamtibmas Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah organik sekaligus memperkenalkan produk sabun multifungsi berbahan dasar Eco Enzyme. Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, mengatakan kehadiran ECOSA 18UU bukan sekadar memperkenalkan produk baru, tetapi membangun kesadaran bahwa persoalan lingkungan dapat dimulai dari perubahan kebiasaan di rumah tangga. "Setelah kami luncurkan, sekarang ECOSA 18UU mulai kami perkenalkan secara langsung kepada masyarakat. Kami ingin masyarakat mengenal bukan hanya produknya, tetapi juga proses dan gagasan lingkungan yang melatarbelakangi lahirnya ECOSA," ujar Heny di Kantor Camat Gangga, Sabtu (11/07/26). ECOSA 18UU merupakan hasil kolaborasi Bhayangkari Cabang Lombok Utara dengan mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram dalam mengembangkan Eco Enzyme menjadi sabun aktif multifungsi yang dapat digunakan untuk mencuci piring maupun pakaian. Bahan utama produk tersebut berasal dari Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri melalui pengolahan limbah organik yang sebelumnya hanya berakhir sebagai sampah. Melalui proses tersebut, bahan yang semula tidak memiliki nilai ekonomi mampu diubah menjadi produk yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. "Selama ini ada bahan-bahan di sekitar kita yang langsung dianggap tidak berguna dan akhirnya dibuang. Padahal, jika diolah dengan pengetahuan dan cara yang tepat, bahan tersebut masih memiliki nilai manfaat," katanya. Menurut Heny, gagasan terbesar di balik ECOSA 18UU adalah mengubah pola pikir masyarakat terhadap limbah organik. Kepedulian terhadap lingkungan, kata dia, tidak harus dimulai dari program besar, tetapi dapat diawali dari langkah sederhana seperti memilah dan mengolah sampah organik di rumah. "Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Bisa dimulai dari rumah, dari apa yang setiap hari ada di sekitar kita," ujarnya. Dalam proses pengembangannya, Bhayangkari menggandeng mahasiswi Program Studi Kimia Universitas Mataram untuk memberikan pendekatan ilmiah terhadap pemanfaatan Eco Enzyme. Berdasarkan hasil pengamatan dan kajian akademis, Bhayangkari Cabang Lombok Utara dinilai sebagai salah satu organisasi yang aktif dan konsisten mengembangkan Eco Enzyme di Nusa Tenggara Barat. Heny menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kekuatan penting agar inovasi yang lahir dari masyarakat memiliki dasar ilmiah sekaligus terus berkembang melalui evaluasi dan penyempurnaan. "Kolaborasi ini penting bagi kami. Apa yang selama ini kami kerjakan mendapatkan masukan dan pendekatan dari sisi akademis sehingga ke depan dapat terus dievaluasi dan dikembangkan," katanya. Pengenalan ECOSA 18UU kepada masyarakat juga menjadi langkah awal memperluas gerakan pengelolaan limbah organik berbasis rumah tangga. Bhayangkari berharap inovasi tersebut mampu menginspirasi kelompok perempuan, ibu rumah tangga, hingga komunitas masyarakat untuk memanfaatkan potensi bahan organik yang selama ini belum tergarap. "Produk tidak cukup hanya dibuat dan disimpan. Ia harus diperkenalkan, digunakan, dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat. Karena tujuan akhirnya adalah bagaimana inovasi ini bisa memberi nilai bagi kehidupan sehari-hari," ujar Heny. Ke depan, Bhayangkari Cabang Lombok Utara akan terus mengembangkan ECOSA 18UU melalui kolaborasi dengan berbagai pihak serta memperluas edukasi mengenai Eco Enzyme sebagai bagian dari upaya membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan. "Kami tidak ingin ECOSA berhenti sebagai sebuah nama atau produk. Kami ingin ada pengetahuan, kepedulian, dan semangat keberlanjutan yang ikut tumbuh bersama produk ini," tu

Lewat ECOSA 18UU, Bhayangkari KLU Ajak Warga Melihat Nilai Baru dari Limbah Organik

Lombok Utara, (POSTLOMBOK.COM) – Inovasi ramah lingkungan tak lagi berhenti di ruang laboratorium. Bhayangkari Cabang …

Dari Bullying hingga Posyandu Rusak, Aspirasi Warga Jenggala Dibawa Mahasiswa ke Meja Bupati

Lombok Utara, Postlombok.com – Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) yang dijalankan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) …

Ini Mantab! Kejari Lombok Tengah Setorkan Rp 3,1 Miliar Hasil Rampasan Koruptor ke Kas Negara

LOMBOK TENGAH (POSTLOMBOK.COM) , – Kejaksaan Negeri (Kejari) Lombok Tengah melalui upaya optimalisasi pemulihan aset …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *