Home / Kejadian / PLN Praya Temukan Dugaan Pencurian Listrik oleh Pemdes Ungga

PLN Praya Temukan Dugaan Pencurian Listrik oleh Pemdes Ungga

Ilustrasi

Lombok Tengah (POSTLOMBOK.COM) – PLN Cabang Praya temukan dugaan pencurian listrik oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Ungga Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah.

Dugaan tersebut, terungkap setelah Tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PLN Cabang Praya melakukan pemeriksaan instalasi listrik di Kantor Desa Ungga.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan adanya indikasi penggunaan listrik yang tidak terukur melalui kWh meter. Dugaan ini menguat setelah ditemukan kabel yang diduga tersambung langsung di instalasi kantor desa.

“Ditemukan kabel sadapan di instalasi kantor desa dengan indikasi adanya penggunaan tenaga listrik yang tidak terukur di kWh meter oleh petugas P2TL kami. Kami memiliki bukti video yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Manager PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Praya, Rezha Muhabid, Selasa 21 April 2026.

Rehza menegaskan bahwa temuan di lapangan merupakan hasil pemeriksaan resmi tim P2TL dan didukung bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Akibat dari temuan tersebut, pihak pelanggan dalam hal ini Pemdes Ungga, diharuskan membayar denda dan atau tagihan dengan besaran sesuai aturan yang telah ditentukan dan telah dihitung secara sistematis sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak dapat diubah.

“Nilai denda sudah tertera di sistem kami dan dihitung berdasarkan kriteria pelanggaran di lapangan. Kami tidak bisa mengubah nilai tersebut, bahkan Rp1 pun, karena sudah sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelasnya sembari menegaskan, kalau tidak ada praktik permintaan uang di luar ketentuan oleh petugas PLN.

“Tidak ada petugas kami yang meminta uang puluhan juta. Semua sesuai dengan kriteria pelanggaran yang ada,” tambahnya.

Kepala Desa Ungga sendiri ungkap Rezha, telah mendatangi kantor PLN dan mengakui adanya kejadian tersebut.

“Tadi siang Pak Kades sudah ke kantor dan mengakui kejadian tersebut, yang informasinya sudah berlangsung sejak sebelum bulan puasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kades Ungga, Swasto dikonfirmasi via call WA mengatakan,  kalau pihaknya belum mengetahui secara detail atas temuan PLN tersebut. Pihaknya selaku kades akan melakukan pengecekan ke kantornya.

“Kami belum belum jelas dengan temuan seperti itu, karena di kantor desa kami itu akan ada meteranya. Kami tidak paham dengan listrik,” kata Swasto.

Untuk itu lanjutnya, pihaknya akan berkonsultasi dengan yang paham kelistrikan terkait dugaan adanya kabel aliran listrik yang tersambung tanpa melalui meteran tersebut.

About Tim Postlombok

Check Also

Semua Terdakwa Dalam Kasus Yang Disebut Kasus “Dana Siluman” Bebas Karena Tak Terbukti

Mataram (POSTLOMBOK.COM) – Tiga orang terdakwa dalam kasus yang disebut kasus “dana siluman” di NTB, …

DPC HUPPAZ Kota Mataram Perkuat Peran Ibu sebagai Madrasah Pertama melalui Pengajian Parenting

MATARAM,(POSTLOMBOK.COM) – Di tengah derasnya arus teknologi dan media sosial yang semakin memengaruhi pola tumbuh …

Aparat Diduga Sekongkol, Tambang Emas Ilegal Kembali Marak, “Uang Pengaman” Ratusan Juta Diduga Jadi Motivasi Jahat

Lombok Tengah (POSTLOMBOK.COM)  – Aparat diduga sekongkol dengan penjahat lingkungan penambangan emas ilegal di Kawasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *